RESEP AMPUH JITU UNTUK MENGOBATI SIKAP HASAD (IRI DENGKI), UJUB DAN RIYA

Obat Hasad, Ujub, dan Riya

Di antara obat hasad (iri dengki) adalah menyadari bahwa ia merupakan bentuk penentangan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dengan hikmah-Nya telah memberikan kenikmatan terhadap orang yang didengkinya, sebagaimana ucapan seorang penyair berikut ini.

“Jika kalian marah karena apa yang dibagikan oleh Allah di antara kita

maka Allah sungguh mengetahui ketika Dia tidak ridha kalian (mendapatkannya).”

Selain itu, hasad juga menghadirkan kegundahan, kelelahan hati, dan tersiksanya kalbu dengan sesuatu yang sama sekali tidak bisa merugikan orang yang didengki.

Di antara obat ujub (bangga diri) adalah mengingat bahwa ilmu, pemahaman, cemerlangnya pemikiran, kefasihan, dan berbagai kenikmatan lain yang dimilikinya adalah pemberian dan amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya. Ia harus menjaga dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Dzat yang menganugerahinya segala kenikmatan itu Mahakuasa untuk mencabutnya dalam sekerjap mata. Hal itu sama sekali tidak sulit bagi-Nya ….

Di antara obat riya adalah menyadari bahwa seluruh makhluk tidak mampu memberinya manfaat yang tidak dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Mereka semua juga tidak bisa menimpakan madharat yang tidak ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuknya. Oleh karena itu, dia tidak menggugurkan amalnya, membahayakan agamanya, dan menyibukkan jiwanya dengan mencari perhatian para makhluk yang hakikatnya tidak bisa memberi manfaat atau madharat kepadanya. Di sisi lain, dia juga menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menuntut tanggung jawab atas niatnya dan keburukan batinnya.

(Diringkas dari Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’alim, Ibnu Jamaah al-Kinani rahimahullah, Darul Kutub al-Ilmiyah, hlm. 25-26)

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 68/VI/1432 H/2011, rubrik Permata Salaf.

By aga70

GALERI FOTO GAMBAR PADI, SAWAH & PESAWAHAN

Posted 21 September, 2012 by dr.Abu Hana | أبو هـنـاء ألفردان | in Indonesia (اندونيسيا). Tagged: Arti Sawah, Definisi Sawah, ekosistem sawah, GAMBAR PADI, GAMBAR SAWAH, harga sawah, Istilah Sawah, jual sawah, Makna Sawah, padi sawah, pemandangan di sawah padi, Penelusuran yang terkait dengan sawah, pengertian ekosistem sawah, pengertian sawah, PESAWAHAN, Sawah, sawah dijual, tanah sawah, tanaman padi. 1 Comment

SUBHAANALLAH ! GALERI FOTO GAMBAR PADI, SAWAH & PESAWAHAN

 

Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi oleh pematang , serta dapat ditanami padi , palawija atau tanaman budidaya lainnya.

Kebanyakan sawah digunakan untuk bercocok tanam padi . Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi memerlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem irigasi dari mata air , sungai atau air hujan . Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan, sementara yang lainnya adalah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (lowland rice).

Pada lahan yang berkemiringan tinggi, sawah dicetak berteras untuk menghindari erosi dan menahan air. Sawah berteras banyak terdapat di lereng-lereng bukit atau gunung di Jawa dan Bali.

 

 

 

2053

1441863270_dad39351201

 

 

copy-of-dsc00271

copy-of-dsc00272

dsc00606

dsc00608

dsc01115

dsc01193

limbangan-garut

 

 

sawah1

sawah3

sawah4

sawah5

sawah8

sawah9

sawah10

sawah-1

 

sawah-di-lombok

 

sawah_ijo

 

sawahsulawesi

sawah-sunda1

senaru-sawah

Sawah Indah

Sumber:

http://budiuzie.wordpress.com/2011/05/02/foto-sawah-susah-tapi-gampang/

http://moeflich.wordpress.com/2009/01/21/the-beauty-of-indonesian-sawah/

http://imelprayoga.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-ar.html

 

By aga70

(LENGKAP) CIRI-CIRI/BENTUK FISIK & SIFAT “DAJJAL” :Apakah Dajjal itu Manusia? Apakah Dajjal sudah muncul? Dimana Lokasi Pulau tempat Dajjal berada?| Sejarah Dajjal, 70.000 Yahudi Iran Pengikut Dajjal, Kemampuan Dajjal | Dajjal berambut keriting dan kusut masai, buta matanya yang kanan, matanya seperti anggur yang menonjol, tulisan kaf-fa-ra diantara kedua matanya

26SEP

Posted 26 September, 2012 by dr.Abu Hana | أبو هـنـاء ألفردان | in Kajian Islam (الدراسات الإسلامية). Tagged: berita dajjal, buta matanya yang kanan, cerita dajjal, ciri ciri dajjal, ciri dajjal, Dajjal berambut keriting dan kusut masai, dajjal dan imam mahdi, dajjal sudah muncul dari khurasan, gambar dajjal, matanya seperti anggur yang menonjol, sejarah dajjal, sifat dajjal, tulisan kaf-fa-ra diantara kedua matanya., video dajjal ngehina agama acoustic. 2 Comments

2 Votes

 

(LENGKAP) CIRI-CIRI/BENTUK FISIK & SIFAT “DAJJAL” :Apakah Dajjal itu Manusia? Apakah Dajjal sudah muncul? Dimana Lokasi Pulau tempat Dajjal berada?| Sejarah Dajjal, 70.000 Yahudi Iran Pengikut Dajjal, Kemampuan Dajjal | Dajjal berambut keriting dan kusut masai, buta matanya yang kanan, matanya seperti anggur yang menonjol, tulisan kaf-fa-ra diantara kedua matanya. 

Sifat-sifat Dajjal

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak )

Keluarnya Dajjal merupakan satu perkara yang pasti. Dajjal akan berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga orang yang beriman semestinya mengetahui sifat serta fitnah-fitnah Dajjal agar terhindar dari kesesatannya.

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menerangkan: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyifati Dajjal dengan penjelasan yang gamblang bagi orang yang punya hati. Sifat-sifat tersebut semuanya jelek, yang nampak jelas bagi orang yang mempunyai indera yang sehat. Namun orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan akan celaka tetap mengikuti Dajjal dalam pengakuannya yang dusta dan dungu, serta diharamkan untuk mengikuti al-haq….”

 

Apakah Dajjal itu Manusia?

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu berkata: “Ya. Dajjal adalah manusia dari bani Adam. Sebagian para ulama menyatakan Dajjal adalah setan. Sebagian lagi menyatakan bapaknya manusia, ibunya dari bangsa jin. Tapi semua pendapat ini tidaklah benar. Karena dia butuh makan, minum, dan lainnya. Oleh karena itu, Nabi ‘Isa ‘alaihissalam membunuhnya dengan cara membunuh manusia biasa.” (Asy-Syarhul Mumti’ 3/275)

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits ini adalah hujjah bagi Ahlus Sunnah akan benarnya keberadaan Dajjal, bahwa Dajjal adalah satu sosok tubuh yang merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan dia kemampuan melakukan beberapa hal, seperti menghidupkan orang mati yang ia bunuh, memunculkan kesuburan, membawa sungai, surga dan neraka, perbendaharaan bumi mengikuti dirinya, memerintahkan langit untuk hujan maka turunlah hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan maka tumbuhlah tanaman-tanaman. Itu semua terjadi dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah itu, ia tak mampu melakukannya, tidak mampu membunuh seorang laki-laki (yang sebelumnya dibunuh kemudian dihidupkan kembali olehnya) ataupun lainnya….”

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “(Yang benar) Dajjal adalah manusia. Fitnahnya lebih besar dari (sekedar) fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dalam banyak hadits.” (Ash-Shahihah, 3/191)

 

Dakwah Dajjal

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Telah disebutkan, awal mula ia keluar menyeru kepada Islam, mengaku sebagai muslim. Kemudian mengaku sebagai nabi, setelah itu mengaku sebagai ilah.”(Asy-Syarhul Mumti’ 3/268, lihat Qishshatu Dajjal wa Nuzul ‘Isa karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Sifat-sifat dan Bentuk Fisiknya

1. Seorang pemuda yang berambut keriting dan kusut masai.

Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ

“Dia adalah seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya, hilang cahaya matanya, seakan-akan aku menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan.” (HR. Muslim: 2937)

Dalam riwayat lain: “Rambutnya kusut.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّ مِنْ بَعْدِكُمُ الْكَذَّابَ الْمُضِلَّ وَإِنَّ رَأْسَهُ مِنْ بَعْدِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ حُبُكٌ -ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- وَإِنَّهُ سَيَقُوْلُ: أَنَا رَبُّكُمْ؛ فَمَنْ قَالَ: لَسْتَ رَبَّنَا لَكِنَّ رَبَّنَا اللهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْهِ أَنَبْنَا نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ؛ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سُلْطَانٌ

“Nanti akan ada pendusta yang menyesatkan, rambut di belakangnya hubukun (keriting seperti terjalin/dipintal) –beliau ucapkan tiga kali–. Dia akan berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’. Barangsiapa yang berkata: ‘Engkau bukan Rabb kami. Rabb kami adalah Allah, kepada-Nyalah kami bertawakal dan kepada-Nyalah kami kembali. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatanmu’, niscaya Dajjal tak mampu mengalahkannya.” (Ash-Shahihah no. 2808)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini merupakan dalil yang tegas bahwa Dajjal akbar (terbesar) adalah manusia yang punya kepala dan rambut. Bukan sesuatu yang maknawi atau kiasan dari kerusakan, sebagaimana ucapan orang-orang yang lemah imannya….” (Silsilah Ahadits Shahihah, 6/2, pada penjelasan hadits no. 2808)

Berita tentang munculnya Dajjal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  yang wajib diimani dengan sifat-sifat yang telah disebutkan dengan terang dan jelas yang tidak butuh penakwilan apapun, di antaranya:
1. Dia dari Bani Adam
2. Laki-laki
3. Pemuda
4. Pendek
5.  Berkulit merah
6. Keriting rambutnya
7. Dahinya lebar
8. Lehernya lebar
9. Matanya buta sebelah kanan
10.Tertulis di antara dua matanya ك ف ر (yang bermakna kafir)
11.Tidak berketurunan
12.Pada matanya sebelah kiri terdapat daging tumbuh.
Sifat-sifat di atas disebutkan di dalam banyak hadits baik dalam Ash-Shahihain (Al-Bukhari dan Muslim) atau selain keduanya.

2. Matanya

Dia adalah seorang yang buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidaklah demikian. Masalah ini diriwayatkan dalam hadits yang mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh orang sahabat. Di antaranya:

– Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:

قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

Rasulullah berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya, tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya. Ketahuilah dia itu buta sebelah, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim no. 2930)

– Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ

“Sesungguhnya Dajjal buta matanya yang kanan, matanya seperti anggur yang menonjol.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2932)

– Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنْ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؛ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ

“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh seorang nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka, aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

هُوَ أَعْوَرُ هِجَانٌ كَأَنَّ رَأْسَهُ أَصَلَةٌ، أَشْبَهُ رِجَالِكُمْ بِهِ عَبْدُ الْعُزَّى بْنُ قَطَنٍ فَإِمَّا هَلَكَ الْهُلَّكُ فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

“Dajjal matanya buta sebelah, kulitnya putih.” (Dalam satu riwayat): “Kulitnya putih seperti keledai putih. Kepalanya kecil dan banyak gerak, mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Jika ada orang-orang yang binasa (mengikuti fitnahnya), ketahuilah Rabb kalian tidaklah buta sebelah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih menurut syarat Muslim, Ash-Shahihah, no. 1193)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini menunjukkan Dajjal akbar adalah manusia yang mempunyai sifat seperti manusia. Apalagi Rasulullah menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan, seorang shahabat. Hadits ini satu dari sekian banyak dalil yang membatilkan takwil sebagian orang yang menyatakan Dajjal bukanlah sosok fisik, tapi rumuz (simbol) kemajuan Eropa berikut kemegahan serta fitnahnya. (Yang haq) Dajjal adalah manusia, fitnahnya lebih besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dalam banyak hadits.” (Ash-Shahihah, 3/191)

Tulisan di antara Kedua Matanya

Tertulis di antara kedua matanya ك ف ر yang bisa dibaca oleh mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر

“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal. Dia buta, pendusta. Ketahuilah dia buta, adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal :ك ف ر -yakni: kafir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2933)

Dari ‘Umar bin Tsabit Al-Anshari rahimahullah, beliau mendapatkan berita dari sebagian shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya pada suatu hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata memperingatkan manusia dari Dajjal:

إِنَّهُ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ

“Sesungguhnya tertulis di antara dua matanya ك ف ر, akan bisa membacanya orang yang membenci amalannya -atau akan membacanya semua mukmin.” (HR. Muslim)

Dalam satu riwayat dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:

يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ

“Akan bisa membacanya semua mukmin yang bisa menulis ataupun tidak.” (HR. Muslim, 2934/105)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Yang benar dan ini adalah ucapan para ulama muhaqqiqin: Tulisan (yang ada di antara kedua mata Dajjal, -pen.) adalah hakiki adanya sesuai dzahirnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan sebagai tanda di antara sekian tanda kekufuran, kedustaan, dan kebatilannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tampakkan kepada seluruh mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sembunyikan (tanda tersebut) dari orang yang diinginkan kesesatannya dan terkena fitnahnya.” (Syarh Muslim, 9/294)

 

Pengikut Dajjal

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ

“Akan mengikuti Dajjal dari kaum Yahudi Ashbahan (sebuah kota di Iran) 70.000 orang, (tanda) mereka memakai thayalisah (sejenis kain yang dipakai di pundak).” (HR. Muslim no. 2944)

Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang jahat. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي، فَقَالَ لِي: مَا يُبْكِيْكِ؟ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَكَرْتُ الدَّجَّالَ فَبَكَيْتُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَيٌّ كَفَيْتُكُمُوْهُ، وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِي فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ فِي يَهُوْدِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَدِيْنَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ، فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا

“Rasulullah masuk ke kamarku dalam keadaan aku sedang menangis. Beliau berkata kepadaku: ‘Apa yang membuatmu menangis?’ Aku menjawab: ‘Saya mengingat perkara Dajjal maka aku pun menangis.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Jika dia keluar sedang aku masih berada di antara kalian niscaya aku akan mencukupi (melindungi) kalian. Jika dia keluar setelah aku mati maka ketahuilah Rabb kalian tidak buta sebelah. Dajjal keluar bersama orang-orang Yahudi Ashbahan hingga datang ke Madinah dan berhenti di salah satu sudut Madinah. Madinah ketika itu memiliki tujuh pintu, setiap celahnya ada dua malaikat yang berjaga. Maka keluarlah orang-orang jahat dari Madinah mendatangi Dajjal ….” (HR. Ahmad, Abdullah bin Ahmad, Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih)

Dalam sebuah hadits disebutkan juga bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah pasukan Khawarij.

يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ حَتَّى خَرَجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ

“Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al-Qur`an tapi tidak melewati tenggorokan mereka. Setiap kali keluar sekelompok mereka, maka akan tertumpas sehingga muncul Dajjal di tengah-tengah mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 174, lihat Ash-Shahihah no. 2455)

 

Macam-macam Fitnahnya

Fitnah yang dilakukan Dajjal banyak sekali, di antaranya:

1. Bersamanya ada surganya dan nerakanya.

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعْرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ

“Dajjal cacat matanya yang kiri1, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, no. 2934)

2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya kembali.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُوْلُ لَهُ: أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثَهُ. فَيَقُوْلُ الدَّجَّالُ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّوْنَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ. قَالَ: فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيْهِ…

“Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)

3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya kembali. (HR. Muslim, 2938/113)

4. Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan.

Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوْهُمْ فَيُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَيَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ

“…Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)

Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.

5. Akan diikuti perbendaharaan harta.

Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُوْلُ لَهَا: أَخْرِجِي كُنُوْزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوْزُهَا كَيَعَاسِيْبِ النَّحْلِ

“…Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu.’ Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim no. 2937)

6. Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّهُ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ وَنَهْرٌ وَمَاءٌ وَجَبَلُ خُبْزٍ وَإِنَّ جَنَّتَهُ نَارٌ وَنَارَهُ جَنَّةٌ

“…Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:

إِنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ وَإِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ مَاءً فَنَارٌ تُحْرِقُ وَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ نَارًا فَمَاءٌ بَارِدٌ عَذْبٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَقَعْ فِي الَّذِي يَرَاهُ نَارًا فَإِنَّهُ مَاءٌ عَذْبٌ طَيِّبٌ

“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Jika seorang mukmin telah mengetahui dan beriman akan keluarnya Dajjal dengan membawa fitnah yang demikian dahsyat, hendaknya ia mengamalkan beberapa sebab untuk menjaga dirinya dari Dajjal dan fitnahnya. Di antara amalan tersebut:

1. Minta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kejelekan fitnahnya, memperbanyak minta perlindungan darinya terutama setelah tasyahud akhir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Jika salah seorang kalian selesai dari tasyahud akhir mintalah perlindungan dari empat perkara: ‘Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah waktu hidup dan waktu mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, akan terjaga dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim)

3. Menjauhinya, tidak mendatanginya kecuali seorang yang yakin tak akan terkena mudarat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ مِنْهُ فَإِنَّ الرَّجُلَ يَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَلاَ يَزَالُ بِهِ لِمَا مَعَهُ مِنْ الشُّبَهِ حَتَّى يَتَّبِعَهُ

“Barangsiapa mendengar (keluarnya) Dajjal hendaknya menjauh darinya. Demi Allah, sungguh ada seorang yang mendatanginya merasa dirinya beriman tapi kemudian mengikuti Dajjal dikarenakan syubhat-syubhat yang dilontarkan Dajjal.” (HR. Ahmad)

4. Tinggal di Makkah dan Madinah

Karena keduanya adalah negeri yang aman tak bisa dimasuki Dajjal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّيْنَ يَحْرُسُوْنَهَا

“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Dia tidak mendapati celah/ jalan masuk kecuali padanya ada malaikat yang berbaris menjaganya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Dan termasuk yang terjaga dari Dajjal juga adalah Masjidil Aqsha serta bukit Tursina (dalam riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban sebagaimana dalam Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari nash-nash yang kita dapatkan tentang Dajjal, kita dapatkan kesimpulan:

1. Luasnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia telah membekali mereka dengan senjata yang bisa mematahkan hujjah dan fitnah Dajjal. Ini terwujud dengan penjelasan sifat-sifat yang menunjukkan kedustaannya, kaum mukmin diberi kemampuan untuk membaca apa yang tertulis di kening Dajjal yang menunjukkan kekufurannya. Juga Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbing kita untuk menghafal sepuluh ayat pertama dalam surat Al-Kahfi sebagai tameng dari Dajjal.

2. Dajjal adalah sosok manusia yang telah sangat jelas sifat-sifatnya sebagai manusia. Ini membantah ucapan orang sesat dan ahlul bid’ah yang menyatakan Dajjal hanyalah sosok fiktif belaka atau hanyalah simbol dari tersebarnya kerusakan.

3. Dajjal mempunyai sifat dan fitnah-fitnah yang telah digambarkan dengan rinci: keluarnya di akhir jaman, muncul dari arah Syam, tinggal selama 40 hari, diberi kemampuan mematikan dan menghidupkan, membawa surga dan neraka, tertulis di antara dua matanya ك ف ر, dan sifat lainnya. Ini membantah ucapan yang menyatakan bahwa Dajjal adalah Sri Sathya Sai Baba dari India, atau kiasan dari kemajuan serta fitnah Eropa.

Wa akhiru da’wana anil hamdulillahi Rabbbil ‘alamin.

1 Dalam hal ini terdapat perbedaan riwayat, sebagian menyatakan yang kiri dan sebagaian menyatakan yang kanan. Sebagian ulama mengkompromikan riwayat-riwayat tersebut dengan mengatakan bahwa mata yang kanan terhapus dan tidak bercahaya, sedangkan pada mata yang kiri terdapat sepotong daging yang menonjol. (ed)

Dikutip dari www.asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak, Sifat-sifat Dajjal

Dajjal Sudah Ada di Sebuah Pulau

Asy-Sya’bi rahimahullahu mengatakan kepada Fathimah bintu Qais radhiyallahu ‘anha: “Beri aku sebuah hadits yang kamu dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tidak kamu sandarkan kepada seorang pun selain beliau.” Fathimah mengatakan: “Jika engkau memang menghendakinya akan aku lakukan.” “Ya, berikan aku hadits itu,” jawab Asy-Sya’bi.

Fathimah pun berkisah: “…Aku mendengar seruan orang yang berseru, penyeru Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyeru ‘Ash-shalatu Jami’ah’. Aku pun keluar menuju masjid lantas shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan aku berada pada shaf wanita yang langsung berada di belakang shaf laki-laki. Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari shalatnya maka beliau duduk di mimbar dan tertawa seraya mengatakan: ‘Hendaknya setiap orang tetap di tempat shalatnya.’ Kemudian kembali berkata: ‘Apakah kalian tahu mengapa aku kumpulkan kalian?’ Para sahabat menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan: ‘Sesungguhnya –demi Allah-, aku tidak kumpulkan kalian untuk sesuatu yang menggembirakan atau menakutkan kalian. Namun aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari. Dahulu ia seorang Nasrani lalu datang kemudian berbai’at dan masuk Islam serta mengabariku sebuah kisah, sesuai dengan apa yang aku ceritakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.

Ia memberitakan bahwa ia naik kapal bersama 30 orang dari Kabilah Lakhm dan Judzam. Lalu mereka dipermainkan oleh ombak hingga berada di tengah lautan selama satu bulan. Sampai mereka terdampar di sebuah pulau di tengah lautan tersebut saat tenggelamnya matahari. Mereka pun duduk (menaiki) perahu-perahu kecil. Setelah itu mereka memasuki pulau tersebut hingga menjumpai binatang yang berambut sangat lebat dan kaku. Mereka tidak tahu mana qubul dan mana dubur-nya, karena demikian lebat bulunya. Mereka pun berkata: ‘Apakah kamu ini?’ Ia (binatang yang bisa berbicara itu) menjawab: ‘Aku adalah Al-Jassasah.’ Mereka mengatakan: ‘Apa Al-Jassasah itu?’ Ia (justru mengatakan): ‘Wahai kaum, pergilah kalian kepada laki-laki yang ada rumah ibadah itu. Sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian.’ Tamim mengatakan: ‘Ketika dia menyebutkan untuk kami orang laki-laki, kami khawatir kalau binatang itu ternyata setan.’ Tamim mengatakan: ‘Maka kami pun bergerak menuju kepadanya dengan cepat sehingga kami masuk ke tempat ibadah itu. Ternyata di dalamnya ada orang yang paling besar yang pernah kami lihat dan paling kuat ikatannya. Kedua tangannya terikat dengan lehernya, antara dua lututnya dan dua mata kakinya terikat dengan besi. Kami katakan: ‘Celaka kamu, apa kamu ini?’ Ia menjawab: ‘Kalian telah mampu mengetahui tentang aku. Maka beritakan kepadaku siapa kalian ini?’ Mereka menjawab: ‘Kami ini orang-orang dari Arab. Kami menaiki kapal ternyata kami bertepatan mendapati laut sedang bergelombang luar biasa, sehingga kami dipermainkan ombak selama satu bulan lamanya, sampai kami terdampar di pulaumu ini. Kami pun naik perahu kecil, lalu memasuki pulau ini dan bertemu dengan binatang yang sangat lebat dan kaku rambutnya. Tidak diketahui mana qubul-nya dan mana duburnya karena lebatnya rambut. Kamipun mengatakan: ‘Celaka kamu, apa kamu ini?’ Ia menjawab: ‘Aku adalah Al-Jassasah.’ Kamipun bertanya lagi: ‘Apa Al-Jassasah itu?’ Ia malah menjawab, pergilah ke rumah ibadah itu sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian. Maka kami pun segera menujumu dan kami takut dari binatang itu. Kami tidak merasa aman kalau ternyata ia adalah setan.’

Lalu orang itu mengatakan: ‘Kabarkan kepadaku tentang pohon-pohon korma di Baisan.’

Kami mengatakan: ‘Tentang apanya engkau meminta beritanya?’

‘Aku bertanya kepada kalian tentang pohon kormanya, apakah masih berbuah?’ katanya.

Kami menjawab: ‘Ya.’

Ia mengatakan: ‘Sesungguhnya hampir-hampir ia tidak akan mengeluarkan buahnya. Kabarkan kepadaku tentang danau Thabariyyah.’

Kami jawab: ‘Tentang apa engkau meminta beritanya?’

‘Apakah masih ada airnya?’ jawabnya.

Mereka menjawab: ‘Danau itu banyak airnya.’

Ia mengatakan: ‘Sesungguhnya hampir-hampir airnya akan hilang. Kabarkan kepadaku tentang mata air Zughar1.’

Mereka mengatakan: ‘Tentang apanya kamu minta berita?’

‘Apakah di mata air itu masih ada airnya? Dan apakah penduduknya masih bertani dengan airnya?’ jawabnya.

Kami katakan: ‘Ya, mata air itu deras airnya dan penduduknya bertani dengannya.’ Ia mengatakan: ‘Kabarkan kepadaku tentang Nabi Ummiyyin, apa yang dia lakukan?’

Mereka menjawab: ‘Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib (Madinah).’

Ia mengatakan: ‘Apakah orang-orang Arab memeranginya?’

Kami menjawab: ‘Ya.’

Ia mengatakan lagi: ‘Apa yang dia lakukan terhadap orang-orang Arab?’ Maka kami beritakan bahwa ia telah menang atas orang-orang Arab di sekitarnya dan mereka taat kepadanya.

Ia mengatakan: ‘Itu sudah terjadi?’

Kami katakan: ‘Ya.’

Ia mengatakan: ‘Sesungguhnya baik bagi mereka untuk taat kepadanya. Dan aku akan beritakan kepada kalian tentang aku, sesungguhnya aku adalah Al-Masih. Dan hampir-hampir aku diberi ijin untuk keluar sehingga aku keluar lalu berjalan di bumi dan tidak ku tinggalkan satu negeri pun kecuali aku akan turun padanya dalam waktu 40 malam kecuali Makkah dan Thaibah, keduanya haram bagiku. Setiap kali aku akan masuk pada salah satunya, malaikat menghadangku dengan pedang terhunus di tangannya, menghalangiku darinya. Dan sesungguhnya pada setiap celahnya (dua kota itu) ada para malaikat yang menjaganya.’

Fathimah mengatakan: ‘Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan menusukkan tongkatnya di mimbar sambil mengatakan: ‘Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah2, yakni Al-Madinah. Apakah aku telah beritahukan kepada kalian tentang hal itu?’

Orang-orang menjawab: ‘Ya.’

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya cerita Tamim menakjubkanku, di mana sesuai dengan apa yang kuceritakan kepada kalian tentangnya (Dajjal), serta tentang Makkah dan Madinah. Ketahuilah bahwa ia berada di lautan Syam atau lautan Yaman- tidak, bahkan dari arah timur. Tidak, dia dari arah timur. Tidak, dia dari arah timur. Tidak, dia dari arah timur -dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur-.’

Fathimah mengatakan: “Ini saya hafal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

(HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrathis Sa’ah, Bab Qishshatul Jassasah)

1 Nama sebuah daerah di Syam.

2 Dalam riwayat lain beliau mengatakan: “Dan itu adalah Dajjal.”

Sumber:
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=534

By aga70

(KISAH IMAM MAHDI YANG BENAR) : Siapa Nama & Nasab “Al-Imam Al-Mahdi”? Sejarah Imam mahdi, Ciri Fisik Imam Mahdi, Waktu & Asal kemunculan/kedatangan Imam Mahdi

Posted 1 October, 2012 by dr.Abu Hana | أبو هـنـاء ألفردان | in Kajian Islam (الدراسات الإسلامية). Tagged: ,. Leave a Comment

Rate This

 

Mengenal Al-Imam Al-Mahdi

(ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar, ZA)

 

Syariat sejatinya telah gamblang menjelaskan definisi dan menyuguhkan gambaran akan sosok Al-Imam Al-Mahdi. Namun bersemainya penyimpangan tak pelak menjadikan gambaran Al-Imam Al-Mahdi itu menjadi kabur.

Beriman akan Munculnya

Telah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengimani segala yang diberitakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana ini menjadi konsekuensi persaksian kita: “Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَيُؤْمِنُوا بِي وَبِمَا جِئْتُ بِهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar melainkan Allah dan agar mereka beriman kepada apa yang kubawa. Bila mereka melakukan itu maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya. Adapun perhitungannya diserahkan kepada Allah.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Iman Bab Al-Amru bi Qitalin Nas Hatta.)

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tegaskan:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7)

Ini menunjukkan wajibnya beriman dengan segala yang diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berita yang terkait dengan apa yang telah lalu atau yang akan datang. Termasuk di antaranya adalah akan munculnya Al-Imam Al-Mahdi.

Berita akan munculnya sosok penegak sunnah nan adil itu telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits. Bahkan tak sedikit dari para ulama yang menyatakan bahwa haditsnya mencapai derajat mutawatir secara makna, sehingga tiada lagi celah bagi siapapun untuk mengingkarinya. Di antara ulama yang menyatakan kemutawatiran hadits-haditsnya adalah Abul Hasan Muhammad bin Husain As-Sijzi (wafat 363 H), Muhammad Al-Barzanji (wafat 1103 H), As-Safarini, As-Sakhawi, Asy-Syaukani, Shiddiq Hasan Khan, Al-Kattani, dan lain-lain rahimahumullah.

Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.

Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yang menyebutkan akan munculnya Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan Ahlus Sunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka….” –beliau menyebut hadits, atsar serta nama para sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yang disebutkan dan selain mereka dengan riwayat yang banyak, juga dari para tabi’in setelah mereka, yang dengan semua itu memberi faedah ilmu yang pasti. Maka mengimani munculnya Mahdi adalah wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, 2/84)

Beberapa Hadits tentang Al-Imam Al-Mahdi

1. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ – قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيْثِهِ – لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّي – أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي – يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari –Za`idah (salah seorang rawi) mengatakan dalam haditsnya– tentu Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku –atau dari keluargaku–. Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan.” (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud, Shahih Sunan no. 4282; sanadnya jayyid menurut Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam Al-Manarul Munif; At-Tirmidzi no. 2230, 2231; Ibnu Hibban no. 6824, 6825)

2. Dari ‘Ali (bin Abi Thalib) radhiyallahu ‘anhudari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلاَّ يَوْمٌ لَبَعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا

Bila tidak tersisa dari masa ini kecuali satu hari, tentu Allah akan munculkan seorang lelaki dari ahli baitku (keluargaku) yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kecurangan.” (Shahih, HR. Abu Dawud no. 4283 Kitab Al-Mahdi dan ini adalah lafadznya, Ibnu Majah no. 4085, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi)

3. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fathimah.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan ini lafadznya, Shahih Sunan no. 4284, Ibnu Majah no. 4086, dan Al-Hakim no. 8735, 8736)

4. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

الْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ

Al-Mahdi dariku, dahinya lebar, hidungnya mancung, memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kedzaliman, berkuasa selama 7 tahun.” (Hasan, HR. Abu Dawud no. 4285 dan ini lafadznya, Ibnu Majah no. 4083, At-Tirmidzi, Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a Fil Mahdi no. 2232, Ibnu Hibban no. 6823, 6826 dan Al-Hakim no. 8733, 8734, 8737)

5. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيْكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ؟

Bagaimana dengan kalian jika turun kepada kalian putra Maryam, sementara imam kalian dari kalian?” (Shahih, HR. Al-Bukhari, Kitab Ahaditsul Anbiya` Bab Nuzul ‘Isa ibni Maryam, no. 3449; Muslim dalam Kitabul Iman Bab Fi Nuzul Ibni Maryam, 2/369, 390)

6. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا، فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ

Masih tetap sekelompok dari umatku berperang di atas kebenaran. Mereka unggul sampai hari kiamat, lalu turun ‘Isa putra Maryam. Maka pemimpin mereka mengatakan: ‘Kemari, jadilah imam kami.’ Ia menjawab: ‘Tidak, sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah untuk umat ini’.” (Shahih, HR. Muslim dalam Kitabul Iman Bab La Tazal Tha`ifah min Ummati, 2/370, no. 393)

Hadits-hadits yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim ini menunjukkan dua hal:

Pertama: Ketika turunnya ‘Isa bin Maryam dari langit, yang memegang kepemimpinan muslimin ketika itu adalah seorang dari mereka.

Kedua: Keberadaan pemimpin mereka untuk shalat, lalu ia mengimami muslimin, serta permintaannya kepada Nabi ‘Isa ‘alaihissalam saat turunnya untuk mengimami mereka. Ini semua menunjukkan keshalihan pemimpin tersebut dan bahwa ia berada di atas petunjuk.

Dan (dalam hadits) itu walaupun tidak ada penegasan dengan lafadz Al-Mahdi, tetapi menunjukkan sifat orang yang shalih yang mengimami muslimin di waktu itu. Dan terdapat hadits-hadits dalam kitab-kitab Sunan maupun Musnad serta lainnya, yang menerangkan bahwa hadits-hadits yang ada dalam dua kitab shahih itu menunjukkan bahwa orang shalih tersebut bernama Muhammad bin Abdullah dari keturunan Al-Hasan bin ‘Ali, yang disebut dengan Al-Mahdi. Dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sebagiannya menerangkan sebagian yang lain. Di antara hadits yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang diriwayatktan oleh Al-Harits ibnu Abi Usamah dalam Musnad-nya dengan sanadnya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمُ الْمَهْدِيُّ: تَعَالَ، صَلِّ بِنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَهُمْ أَمِيْرُ بَعْضٍ، تَكْرِمَةُ اللهِ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ

Isa putra Maryam turun, lalu pemimpin mereka Al-Mahdi mengatakan: ‘Imamilah kami’. Ia menjawab: ‘Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah untuk umat ini’.”

Hadits ini dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Al-Manarul Munif: “Sanadnya bagus.” (Abdul Muhsin Al-‘Abbad, ‘Aqidatu Ahlil Atsar. Lihat pula Ash-Shahihah, no. 2236)

Nama Al-Imam Al-Mahdi dan Nasabnya

 

Nama beliau adalah Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Seperti dalam hadits yang lalu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan: “Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku.”

Dia dari keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana disebutkan dalam riwayat: “Dari ahli baitku.” (HR. Abu Dawud, no. 4282 dan 4283). Dalam riwayat lain: “Dari keluarga terdekatku (‘itrah-ku).” (HR. Abu Dawud, no. 4284). Dalam riwayat lain: “Dariku.” (HR. Abu Dawud no. 4285) dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah. Sebagaimana dalam hadits yang lalu dikatakan: “Seseorang dari keluargaku” dan “dari anak keturunan Fathimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284)

Oleh karenanya, Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dia adalah Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi (keturunan Ali) Al-Fathimi (keturunan Fathimah) Al-Hasani (keturunan Al-Hasan). Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaikinya dalam satu malam yakni memberinya taubat, taufik, memberinya pemahaman serta bimbingan padahal sebelumnya tidak seperti itu.” (An-Nihayah fil Malahim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

 

Sifat Fisiknya

 

Di antara sifat fisiknya adalah sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Dawud (no. 4285) dan yang lain:

أَجْلَى الْجَبْهَةِ Artinya, “Tersingkap rambutnya dari arah kepala bagian depan,” atau “Dahinya lebar.”

أَقْنَى اْلأَنْفِ “Hidungnya mancung, ujungnya tajam, bagian tengahnya agak naik.”

Al-Qari mengatakan: “Maksudnya, beliau tidak pesek, karena yang demikian adalah bentuk yang tidak disukai.”

 

Menebar Keadilan

Di antara sifat Al-Mahdi adalah bahwa ia menebar keadilan dan melenyapkan kedzaliman serta keculasan. Sebagaimana tersebut dalam hadits: “Memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman.” (HR. Abu Dawud no. 4282, 4283, 4285)

Sehingga disebutkan dalam hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قَصَرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيْهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلاَ تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوْسٌ فَيَقُوْمُ الرَّجُلُ فَيَقُوْلُ: يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي. فَيَقُولُ: خُذْ

Akan datang pada umatku Al-Mahdi bila masanya pendek maka tujuh tahun, kalau tidak maka 9 tahun. Maka umatku pada masa itu diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan yang semacam itu sama sekali. Mereka diberi rizki yang luas. Mereka tidak menyimpan sesuatu pun. Harta saat itu berlimpah sehingga seseorang bangkit dan mengatakan: ‘Wahai Mahdi, berilah aku.’ Diapun menjawab: ‘Ambillah’.” (Hasan, HR. Ibnu Majah no. 4083, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi, 4/412, dan Al-Hakim no. 8739. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menghasankannya)

Dalam riwayat At-Tirmidzi disebutkan:

فَيَجِيْءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُوْلُ: يَا مَهْدِيُّ، أَعْطِنِي، أَعْطِنِي. قَالَ: فَيَحْثِي لَهُ فِي ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ

Sehingga datang kepadanya seseorang seraya mengatakan: ‘Wahai Mahdi, berilah aku, berilah aku.’ Nabi mengatakan: “Maka Mahdi menuangkan untuknya di pakaiannya sampai ia tidak dapat membawanya.”

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Di masanya, buah-buahan banyak. Tanam-tanaman lebat, harta benda melimpah. Penguasa benar-benar berkuasa, agama menjadi tegak, musuh menjadi hina, kebaikan terwujud di masanya terus-menerus.” (An-Nihayah Fil-Malahim 1/18, Program Maktabah Syamilah)

Dalam riwayat Al-Hakim, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَخْرُجُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِي الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعاً أَوْ ثَمَانِيًا – يَعْنِيْ حِجَجًا –

“Muncul di akhir umatku Al-Mahdi. Allah menyiramkan hujan, sehingga bumi mengeluarkan tanamannya. Ia membagi harta secara merata. Binatang ternak semakin banyak, umat pun menjadi besar. Ia hidup selama 7 atau 8 –yakni tahun–.” (HR. Al-Hakim, Kitabul Fitan wal Malahim no. 8737. Beliau mengatakannya sebagai hadits yang shahih sanadnya, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan Ibnu Khaldun. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu mengatakan: “Sanadnya shahih.” Lihat Ash-Shahihah, 4/40, hadits no. 1529)

 

Waktu Munculnya

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi disebutkan: “Ketahuilah, yang sudah dikenal di kalangan seluruh pemeluk Islam sepanjang masa bahwa di akhir zaman pasti muncul seorang dari ahlul bait (keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang membela agama dan menebarkan keadilan, serta diikuti oleh muslimin. Ia juga menguasai kerajaan-kerajaan Islam. Ia dijuluki Al-Mahdi. Juga tentang keluarnya Dajjal serta tanda-tanda kiamat sesudahnya yang terdapat dalam kitab Shahih, muncul setelahnya. Dan bahwa kemunculan ‘Isa juga setelahnya, kemudian beliau membunuh Dajjal. Atau ‘Isa turun setelahnya lalu membantunya untuk membunuh Dajjal kemudian bermakmum kepada Mahdi dalam shalatnya.” (Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a fil Mahdi)

At-Tirmidzi rahimahullahu meriwayatkan dari Zir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي

Dunia tidak akan lenyap hingga seorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Namanya sesuai dengan namaku.” (HR. At-Tirmidzi no. 2230, Kitabul Fitan Bab Ma Ja`a fil Mahdi, 4/438 dan beliau mengatakan: “Hasan shahih.” Demikian pula yang dikatakan Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Dari sini, berarti munculnya Al-Imam Al-Mahdi adalah di akhir zaman sekaligus mengawali tanda-tanda besar akan datangnya kiamat. Namun sebagian ulama sempat ragu, apakah Mahdi ini sebagai awal tanda yang besar atau tanda yang lain. Sebagian ulama menyatakan dengan yakin bahwa Mahdi sebagai tanda pertama, lalu berturut-turut datang tanda yang lain. Di antara yang menyebutkan dengan tegas yang demikian adalah Muhammad Al-Barzanji rahimahullahu (wafat 1103 H). Beliau mengatakan dalam bukunya Al-’Isya`ah li Asyrath As-Sa’ah: “Bab Ketiga, tanda-tanda besar dan tanda-tanda yang dekat, yang setelahnya tibalah hari kiamat, dan itu juga banyak. Di antaranya Al-Mahdi, dan itu yang pertama.” (dinukil dari ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Atsar fil Mahdi Al-Muntazhar)

Adapun Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Munculnya, nanti di akhir zaman. Dan saya kira, keluarnya adalah sebelum turunnya ‘Isa bin Maryam, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang berkaitan dengan hal itu.”

Masa Kekuasaannya

Terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi:

إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيْشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا -زَيْدٌ الشَّاكُّ- قَالَ: قُلْنَا: وَمَا ذَاكَ؟ قَال: سِنِيْنَ.

“Sesungguhnya pada umatku ada Al-Mahdi. Ia muncul, hidup (berkuasa) 5 atau 7 atau 9.” –Zaid (salah seorang rawi/periwayat) ragu–. Abu Sa’id mengatakan: “Apa itu?” Beliau menjawab: “Tahun.”

يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ

Akan datang pada umatku Al-Mahdi, bila masanya pendek maka 7 tahun, kalau tidak maka 9 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4083)

Dengan perbedaan riwayat ini, maka Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: Ini menunjukkan bahwa paling lama masa tinggal (kekuasaan)-nya adalah 9 tahun, dan sedikitnya 5 atau 7 tahun.” (An-Nihayah Fil Malahim wal Fitan, 1/18, Program Maktabah Syamilah)

Sementara Al-Mubarakfuri mengatakan: “Yakni, keraguan itu berasal dari Zaid. Sementara dari shahabat Abu Sa’id dalam riwayat Abu Dawud: ‘dan menguasai selama 7 tahun’ tanpa keraguan. Demikian pula dalam hadits Ummu Salamah dalam riwayat Abu Dawud dengan lafadz ‘maka dia tinggal selama 7 tahun’ tanpa keraguan. Maka riwayat yang tegas lebih dikedepankan daripada yang ragu.” (Tuhfatul Ahwadzi, 6/15, Program Maktabah Syamilah)

 

Asal Munculnya

Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa munculnya dari arah timur atau Al-Masyriq. Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan:

Munculnya Mahdi dari negeri-negeri timur bukan dari gua Samarra, seperti disangka oleh orang-orang bodoh dari kalangan Syi’ah.” (An-Nihayah Fil Malafim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ. فَقَالَ: إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللهُ لَنَا اْلآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا، وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلاَءً وَتَشْرِيْدًا وَتَطْرِيْدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُوْدٌ فَيَسْأَلُوْنَ الْخَيْرَ فَلاَ يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُوْنَ فَيُنْصَرُوْنَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلاَ يَقْبَلُوْنَهُ حَتَّى يَدْفَعُوْهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوْهَا جَوْرًا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

Tatkala kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka, kedua mata beliau berlinang air mata dan berubahlah roman mukanya. Maka aku katakan: ‘Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai.’ Lalu beliau menjawab: ‘Kami ahlul bait. Allah telah pilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Dan sesungguhnya sepeninggalku, keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah kaum dari arah timur, bersama mereka ada bendera berwarna hitam1. Mereka meminta kebaikan namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak menerimanya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana orang-orang memenuhinya dengan kezhaliman. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya maka datangilah mereka, walaupun dengan merangkak di atas es’.” (HR. Ibnu Majah no. 4082, sanadnya hasan lighairihi menurut Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Adh-Dha’ifah, 1/197, pada pembahasan hadits no. 85)

As-Sindi mengatakan: “Yang nampak, kisah itu merupakan isyarat keadaan Al-Mahdi yang dijanjikan. Oleh karena itu, penulis (Ibnu Majah) menyebutkan hadits ini dalam bab ini (bab keluarnya Al-Mahdi).”

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dan orang-orang dari timur mendukung (Al-Mahdi), menolongnya dan menegakkan agamanya, serta mengokohkannya. Bendera mereka berwarna hitam, dan itu merupakan pakaian yang memiliki kewibawaan, karena bendera Rasulullah berwarna hitam yang dinamai Al-Iqab.” (An-Nihayah fil Malahim, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

Beliau juga mengatakan: Maksudnya, Al-Mahdi yang terpuji yang dijanjikan keluarnya di akhir zaman asal munculnya adalah dari arah timur, dan diba’iat di Ka’bah seperti yang disebutkan oleh nash hadits.” (idem, 1/17)

Tentang tempat bai’atnya telah diisyaratkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang dibai’at di antara rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim).” (HR. Ibnu Hibban no. 6827, Ahmad, dan Al-Hakim; dan beliau menshahihkannya)

 

Proses Munculnya Al-Imam Al-Mahdi

 

Munculnya Al-Imam Al-Mahdi bukan bak sulap batil, yang seolah muncul tanpa sebab dan tiba-tiba. Namun munculnya tentu mengikuti sunnatullah pada alam ini, yakni melalui proses yang menuju ke arah sana.

Menjelaskan hal itu, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu mengatakan: “…Nabi memberikan kabar gembira tentang akan datangnya seseorang dari keluarganya dan beliau menyebutkannya dengan sifat-sifat yang menonjol. Di antara yang sifat terpenting adalah bahwa beliau berhukum dengan Islam dan menebarkan keadilan di antara manusia.

Jadi, pada hakikatnya beliau termasuk para mujaddid yang Allah Subhanahu wa Ta’ala munculkan di penghujung tiap 100 tahun, sebagaimana telah shahih berita (tentang hal ini) dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini (keberadaan mujaddid di tiap satu abad) juga bukan berarti tidak perlu berupaya mencari ilmu dan mengamalkannya untuk memperbarui agama. Sehingga, akan keluarnya Al-Mahdi tidaklah berarti bermalas-malasan karenanya, serta tidak bersiap atau beramal untuk menegakkan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi. Bahkan sebaliknya (beramal) itulah yang benar, karena Al-Mahdi tidak mungkin upayanya lebih dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang selama 23 tahun berbuat untuk mengokohkan pilar-pilar Islam dan menegakkan negaranya.

Maka kira-kira apa yang akan dilakukan Al-Mahdi seandainya ia muncul dan mendapati kaum muslimin dalam kondisi terpecah, berkelompok-kelompok dan ulama mereka (muncul) –kecuali sedikit dari mereka– (karena) orang-orang telah menjadikan mereka sebagai para pemimpin. Tentu (Al-Mahdi) tidak akan dapat menegakkan negara Islam kecuali setelah mempersatukan kalimat mereka dan menyatukan mereka dalam satu barisan serta dalam satu bendera.

Dan ini –tanpa diragukan– membutuhkan waktu yang panjang, Allah Maha Tahu tentangnya. Syariat serta akal, keduanya mengharuskan agar orang-orang yang ikhlas dari kalangan muslimin menjalankan kewajiban ini. Sehingga manakala Al-Mahdi keluar, tiada kebutuhan kecuali tinggal menggiring mereka kepada kemenangan. Kalaupun belum keluar, maka mereka pun telah melakukan kewajiban mereka dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ

Dan katakanlah: ‘Beramallah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amalan kalian itu’.” (At-Taubah: 105) [Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 4/42-43]

Wallahu a’lam.

1 Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Bendera itu bukanlah yang dibawa Abu Muslim dari Khurasan yang kemudian menghancurkan dinasti Bani Umayyah pada tahun 132 H. Namun bendera hitam lain, yang datang mengiringi Al-Mahdi.” (An-Nihayah, 1/17)

Bukan pula pasukan Thaliban yang di Afghanistan, sebagaimana yang disebut dalam poster berjudul Huru-Hara Akhir Zaman karya Amin Muhammad Jamaludin yang laris itu. Selebaran itu sendiri sarat dengan berbagai ramalan dan takwil (baca: penyelewengan makna) hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda hari kiamat. Hendaknya kaum muslimin tidak lekas terkesima dengan takwil semacam itu. Sebagaimana pula hal ini tidak berarti mengingkari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peristiwa akhir zaman.

Dikutip dari www.asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Qomar ZA, Lc. Judul: Mengenal Al-Imam Al-Mahdi

By aga70

(lengkap) PANDUAN,CARA & DO’A SHOLAT ISTIKHARAH YANG BENAR : “Sholat Istikhoroh” untuk jodoh maupun urusan lain | Bolehkan do’a Istikharah dengan bahasa Indonesia? | Bolehkah do’a Istikhoroh tanpa Sholat dulu? | Apakah jawaban & hasil sholat Istikharah harus dalam bentuk “mimpi” atau hati yang mantap?

Shalat Istikharah

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yan kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (shalat) dua raka’at yang bukan shalat wajib kemudian berdo’alah: 

Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy.”

(Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”. Beliau bersabda: “Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu”. (HR. Al-Bukhari no. 1162)
Cara menyebutkan urusannya misalnya: Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa safar ini atau pernikahan ini atau usaha ini atau mobil ini baik bagiku …, dan seterusnya.

 

Penjelasan ringkas:
Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat lemah, mereka sangat membutuhkan bantuan dari Allah Ta’ala dalam semua urusan mereka. Hal itu karena dia tidak mengetahui hal yang ghaib sehingga dia tidak bisa mengetahui mana amalan yang akan mendatangkan kebaikan dan mana yang akan mendatangkan kejelekan bagi dirinya. Karenanya, terkadang seseorang hendak mengerjakan suatu perkara dalam keadaan dia tidak mengetahui akibat yang akan lahir dari perkara tersebut atau hasilnya mungkin akan meleset dari perkiraannya.

Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mensyariatkan adanya istikharah, yaitu permintaan kepada Allah agar Dia berkenan memberikan hidayah kepadanya menuju kepada kebaikan. Yang mana doa istikharah ini dipanjatkan kepada Allah setelah dia mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.
Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ. وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ.  وَهُوَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Qashash: 68-70)
Imam Muhammad bin Ahmad Al-Qurthuby rahimahullah berkata, “Sebagian ulama mengatakan: Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk mengerjakan suatu urusan dari urusan-urusan dunia kecuali setelah dia meminta pilihan kepada Allah dalam urusan tersebut. Yaitu dengan dia shalat dua rakaat shalat istikharah.” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an: 13/202)

Shalat istikharah termasuk dari shalat-shalat sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama. Al-Hafizh Al-Iraqi berkata -sebagaimana dalam Fath Al-Bari (11/221-222), “Saya tidak mengetahui ada ulama yang berpendapat wajibnya shalat istikharah.”

Faidah:
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/220), “Ibnu Abi Hamzah berkata: Amalan yang wajib dan yang sunnah tidak perlu melakukan istikharah dalam melakukannya, sebagaimana yang haram dan makruh tidak perlu melakukan istikharah dalam meninggalkannya.

Maka urusan yang butuh istikharah hanya terbatas pada perkara yang mubah dan dalam urusan yang sunnah jika di depannya ada dua amalan sunnah yang hanya bisa dikerjakan salah satunya, mana yang dia kerjakan lebih dahulu dan yang dia mencukupkan diri dengannya.” Maka janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu urusan, akan tetapi hendaknya kamu beristikharah kepada Allah dalam urusan yang kecil dan yang besar, yang mulia atau yang rendah, dan pada semua amalan yang disyariatkan istikharah padanya. Karena terkadang ada amalan yang dianggap remeh akan tetapi lahir darinya perkara yang mulia.”

Berikut beberapa permasalahan yang sering ditanyakan berkenaan dengan istikharah:

1.    Apakah boleh istikharah dengan doa selain doa di atas atau dengan bahasa Indonesia?

Jawab: Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu berkata dalam hadits di atas, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an.”
Ucapan ini menunjukkan bahwa dalam istikharah seseorang hanya boleh membaca doa di atas sesuai dengan konteks aslinya, tidak boleh ada penambahan dan tidak boleh juga ada pengurangan. Hal itu karena Nabi shallallahu alaihi wasallam menyerupakan pengajaran istikharah seperti pengajaran surah Al-Qur`an. Maka sebagaimana suatu ayat dalam Al-Qur`an tidak boleh ditambah atau dikurangi atau dirubah maka demikian halnya dengan doa istikharah. Karenanya tidak boleh berdoa dengan membaca terjemahannya semata, tapi dia harus membacanya sebagaimana Nabi mengajarkannya.

Barangsiapa yang berdoa dengan terjemahannya maka dia tidak teranggap melakukan istikharah, akan tetapi dia hanya dianggap sedang berdoa kepada Allah. Hal ini telah diisyaratkan oleh Muhammad bin Abdillah bin Al-Haaj Al-Maliki rahimahullah dalam Al-Madkhal (4/37-38)

2.    Apakah boleh langsung berdoa dengan doa di atas tanpa melakukan shalat sebelumnya?

Jawab: Wallahu a’lam, yang nampak bahwa 2 rakaat dengan doa ini merupakan satu kesatuan dalam istikharah. Karenanya barangsiapa yang hanya berdoa tanpa mengerjakan shalat maka dia tidak dianggap mengerjakan istikharah yang tersebut dalam hadits ini. Walaupun dia tetap dianggap sebagai orang yang berdoa kepada Allah.
Akan tetapi jika dia ada uzur dalam mengerjakan shalat -misalnya wanita yang tengah haid atau nifas-, maka dia boleh langsung berdoa dan itu sudah dianggap sebagai istikharah karenanya adanya uzur untuk tidak mengerjakan shalat. Ini merupakan mazhab Al-Hanafiah, Al-Malikiah, dan Asy-Syafi’iyah.

Imam An-Nawawi berkata dalam Al-Adzkar hal. 112, “Jika dia tidak bisa mengerjakan shalat karena ada uzur, maka hendaknya dia cukup beristikharah dengan doa.”

3.    Apakah dua rakaat ini merupakan shalat khusus, ataukah berlaku untuk semua shalat sunnah dua rakaat?

Jawab: Lahiriah hadits menunjukkan ini merupakan shalat dua rakaat khusus dengan niat untuk istikharah. Hanya saja jika seseorang shalat sunnah rawatib dengan niat rawatib sekaligus niat istikharah (menggabungkan niat), maka itu sudah cukup baginya dan dia sudah boleh langsung berdoa setelahnya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Jika dia meniatkan shalat itu dengan niatnya dan dengan niat shalat istikharah secara bersamaan (menggabungkan niatnya, pent.) maka shalatnya itu sudah syah dianggap sebagai istikharah, berbeda halnya jika dia tidak meniatkannya (sebagai shalat istikharah).” (Fath Al-Bari: 11/221)
Sekedar menguatkan isi hadits, bahwa dua rakaat yang dimaksud haruslah merupakan shalat sunnah. Karenanya shalat subuh tidak bisa diniatkan sebagai shalat istikharah karena dia merupakan shalat wajib.

4.    Adakah surah khusus yang disunnahkan untuk dibaca dalam shalat istikharah?

Jawab: Al-Hafizh Al-Iraqi rahimahullah berkata, “Saya tidak menemukan sedikitpun dalam jalan-jalan hadits istikharah adanya penentuan surah tertentu yang dibaca di dalamnya.” (Umdah Al-Qari`: 7/235)
Inilah pendapat yang benar karena tidak ada satupun dalil yang menunjukkan adanya surah tertentu yang lebih utama dibaca dalam shalat istikharah. Sementara tidak boleh menentukan lebih utamanya suatu surah dibandingkan yang lainnya dari sisi bacaan kecuali dengan dalil yang shahih.

5.    Bagi yang tidak menghafal doanya, apakah dia bisa membacanya dari sebuah buku?

Jawab: Yang jelas, yang pertama kita katakan: Hendaknya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menghafalnya.
Jika dia tidak sanggup, maka Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Dalam keadaan seperti ini dia diperbolehkan membaca doa ini dengan melihat kepada kitab atau catatannya. Al-Lajnah Ad-Da`imah menjawab ketika diajukan pertanyaan yang senada dengan di atas, “Jika engkau menghafal doa istikharah atau engkau membacanya dari kitab, maka tidak ada masalah. Hanya saja kamu wajib bersungguh-sungguh dalam berkonsentrasi dan khusyu’ kepada Allah serta jujur dalam berdoa.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah: 8/161)

6.    Bolehkah shalat istikharah pada waktu yang terlarang shalat?

Jawab: Jika shalat istikharahnya masih bisa ditunda hingga keluar dari waktu yang terlarang maka inilah yang lebih utama dia kerjakan. Akan tetapi shalat istikharah ini jika tidak bisa diundur atau dia butuhkan saat itu juga, maka dia boleh mengerjakannya saat itu juga walaupun pada waktu yang terlarang. Karena jika shalat istikharah itu dibutuhkan secepatnya, maka jadilah dia shalat sunnah yang disyariatkan karena adanya sebab, sementara sudah dimaklumi bahwa waktu-waktu terlarang shalat ini tidak berlaku pada shalat-shalat sunnah yang mempunyai sebab, seperti tahiyatul masjid, shalat sunnah wudhu, dan semacamnya.
Bolehnya shalat sunnah yang mempunyai sebab dikerjakan pada waktu-waktu terlarang merupakan mazhab Imam Asy-Syafi’i dan sebuah riwayat dari Imam Ahmad, serta pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. (Lihat Majmu’ Al-Fatawa: 23/210-215)

7.    Apa yang dia lakukan setelah istikharah?

Jawab: Sebelumnya butuh diingatkan bahwa sebelum melakukan istikharah hendaknya dia mengosongkan hatinya dari kecondongan kepada salah satu urusan dari dua urusan yang dia akan mintai pilihan (tidak berpihak kepada satu pilihan). Akan tetapi hendaknya dia melepaskan diri dari semua pilihan tersebut dan betul-betul pasrah menyerahkan nasibnya dan pilihannya kepada Allah Ta’ala.
Imam Al-Qurthuby berkata, “Para ulama menyatakan: Hendaknya dia mengosongkan hatinya dari semua pikiran (berkenaan dengan urusan yang akan dia hadapi) agar hatinya tidak condong kepada salah satu urusan (sebelum dia istikharah).” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an: 13/206)
Kemudian, setelah dia melakukan istikharah, maka hendaknya dia memilih untuk mengerjakan apa yang hendak dia lakukan dari urusan yang tadinya dia minta pilihan padanya. Jika urusan itu merupakan kebaikan maka insya Allah Allah akan memudahkannya dan jika itu merupakan kejelekan maka insya Allah Allah akan memalingkannya dari urusan tersebut.
Muhammad bin Ali Az-Zamlakani rahimahullah berkata,

“Jika seseorang sudah shalat istikharah dua rakaat untuk suatu urusan, maka setelah itu hendaknya dia mengerjakan urusan yang dia ingin kerjakan, baik hatinya lapang/tenang dalam mengerjakan urusan itu ataukah tidak, karena pada urusan tersebut terdapat kebaikan walaupun mungkin hatinya tidak tenang dalam mengerjakannya.” Dan beliau juga berkata, “Karena dalam hadits (Jabir) tersebut tidak disebutkan adanya kelapangan/ketenangan jiwa.” (Thabaqat Asy-Syafi’iah Al-Kubra: 9/206) Maksudnya: Dalam hadits Jabir di atas tidak disebutkan bahwa hendaknya dia mengerjakan apa yang hatinya tenang dalam mengerjakannya, wallahu a’lam.

Karenanya, termasuk khurafat adalah apa yang diyakini oleh sebagian orang bahwa: Siapa yang sudah melakukan istikharah maka dia tidak melakukan apa-apa hingga mendapatkan mimpi yang baik atau mimpi yang akan mengarahkannya dan seterusnya. Ini sungguh merupakan perbuatan orang yang jahil tatkala dia menyandarkan urusannya pada sebuah mimpi, wallahul musta’an.

8.    Jika hatinya masih ragu-ragu atau hatinya belum mantap dalam mengerjakan urusan yang tadinya dia sudah beristikharah untuknya. Apakah dia boleh mengulangi shalat istikharahnya?

Jawab: Boleh berdasarkan beberapa dalil di antaranya:
1.    Istikharah merupakan doa, dan di antara kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam berdoa adalah mengulanginya sebanyak tiga kali.
Hadits ini kami bawakan bukan untuk menunjukkan shalat istikharah diulang sebanyak tiga kali, akan tetapi hanya untuk menunjukkan bolehnya mengulangi doa.
2.    Shalat istikharah adalah shalat yang disyariatkan karena adanya sebab. Karenanya, selama sebab itu masih ada dan belum hilang maka tetap disyariatkan mengerjakan shalat ini.
Inilah yang dipilih oleh sejumlah ulama di antanya: Imam Badruddin Al-Aini dalam Umdah Al-Qari` (7/235), Ali Al-Qari dalam Mirqah Al-Mafatih (3/406), dan Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (3/89).

9.    Haruskah shalat istikharah dikerjakan di malam hari?

Jawab: Dalam hadits di atas tidak ada keterangan waktu pengerjaannya. Karena shalat ini bisa dikerjakan kapan saja baik siang maupun malam hari. Barangsiapa yang meyakini shalat ini hanya bisa dikerjakan di malam hari maka keyakinannya ini keliru. Walaupun tentunya jika dia mengerjakannya pada waktu-waktu dimana doa mustajabah -seperti antara azan dan iqamah, sepertiga malam terakhir, dan seterusnya-, maka itu lebih utama.

Demikian beberapa pertanyaan yang sempat hadir dalam ingatan kami, jika ada pertanyaan lain silakan dituliskan pada kolom komentar.

[Rujukan utama: Kasyf As-Sitarah ‘an Shalah Al-Istikharah]

By aga70

(KISAH ROMANTIS) “MALAM PERTAMA” DALAM ISLAM : RAHASIA & CERITA MALAM PERTAMA PERNIKAHAN | ADAB & TATACARA BERHUBUNGAN INTIM SUAMI ISTERI/CARA BERCINTA & MENGGAULI ISTERI DI “MALAM PENGANTIN MENURUT ISLAM” | DO’A & BACAAN BERSETUBUH MALAM PERTAMA

Malam Pertama

Menjadi pasangan pengantin baru merupakan kebahagian tersendiri bagi kedua mempelai. Rasa bahagia itu begitu menyentuh qalbu yang paling dalam, hati seakan tak mampu menampung rasa bahagia yang telah meluap memenuhi relung hati. Namun begitu, kebahagian menjadi pengantin baru akan terasa lebih sempurna tatkala telah melewati kebersamaan dimalam pertama dengan penuh cinta. Malam dimana seseorang bisa menyalurkan hasratnya melalui jalan yang diridhai Allah. Sehingga, dengannya tak sekedar kenikmatan yang diperoleh tapi juga pahala dapat diraih. Nilai pahala akan lebih bertambah seiring bertambahnya rasa kasih dan sayang antara kedua mempelai manakala berhias dengan adab-adab saat menuju peraduan cinta, sebagaimana yang dituntunkan Nabi shallallahu a’laihi wasallam sebagai pembawa syariat Islam yang sempurna.

Diantara adab-adabnya adalah sebagai berikut :

  1. Sebelum bermalam pertama, sangat disukai untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.
  • Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam. Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun duduk di sisi Aisyah. Kemudian diberikan kepada beliau segelas susu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminum susu tersebut dan menyerahkannya pada Aisyah. Aisyah menundukkan kepalanya karena malu. Maka segeralah aku menyuruhnya untuk mengambil gelas tersebut dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [HR Ahmad, sanad hadits ini dikuatkan oleh Al-Allamah Al-Muhadits Al-Albani  dalam Adabul Zifaf]. 
  • Adapun disunnahkannya bersiwak, karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau selalu bersiwak setiap setiap hendak masuk rumah sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam Shahih Muslim. Selain itu akan sangat baik pula jika disertai dengan mempercantik kamar pengantin sehingga menjadi sempurnalah sebab-sebab yang memunculkan kecintaan dan suasana romantis pada saat itu.
  1. Hendaknya suami meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan kebaikan dengan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan :

اللّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.”[HR. Bukhari dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallaahu ‘anhu].

  1. Disunnahkan bagi keduanya untuk melakukan shalat dua rakaat bersama-sama. Syaikh Al Albani dalam Adabuz Zifaf menyebutkan dua atsar yang salah satunya diriwayatkan oleh Abu Bakr Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf dari sahabat Abu Sa’id, bekat budak sahabat Abu Usaid, beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan. Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr, dan Hudzaifah.

Abu Sa’id mengatakan, “Mereka pun membimbingku, mengatakan, ‘Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu. “Dalam riwayat Atsar yang lain Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, perintahkan isrtimu shalat dibelakangmu.”

  1. Ketika menjumpai istri, hendaknya seorang suami berprilaku santun kepada istrinya semisal dengan memberikan segelas minuman atau  yang lainnya sebagimana dalam hadits di atas, bisa juga dengan menyerahkan maharnya. Selain itu hendaknya si suami untuk bertutur kata yang lembut yang menggambarkan kebahagiaannya atas pernikahan ini. Sehingga hilanglah perasaan cemas, takut, atau asing yang menghinggapi hati istrinya. Dengan kelembutan dalam ucapan dan perbuatan akan bersemi keakraban da keharmonisan di antara keduanya.
  1. Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, janganlah ia terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain. Begitu pula ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, jangan pula dirinya terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya. Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri. Kebahagian yang hendak ia raih, ia upayakan pula bisa dirasakan oleh istrinya.
  1. Bagi suami yang akan menjima’i istri hanya diperbolehkan ketika istri hanya diperbolehkan ketika istri tidak dalam keadaan haid dan pada tempatnya saja, yaitu kemaluan. Adapun arah dan caranya terserah yang dia sukai. Allah berfirman yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhi (tidak menjima’i) wanita diwaktu haid, dan janganlah kalian mendekati (menjima’i) mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu pada tempat yang diperintahkan Allah kepad kalian (kemaluan saja). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat itu bagaimana saja kalian kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk diri kalian, bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.” [Q.S. Al Baqarah: 222-223].

Ingat, diharamkan melalui dubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang menggauli istrinya ketika sedang haid atau melalui duburnya, maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud]. Kata ‘kufur’ dalam hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa orang yang melakukan hal ini. Meskipun, kata para ulama, ‘kufur’ yang dimaksud dalam hadits ini adalah kufur kecil yang belum mengeluarkan pelakunya dari Islam.

  1. Telah kita ketahui bersama bahwa syaitan selalu menyertai, mengintai untuk berusaha menjerumuskan Bani Adam dalam setiap keadaan. Begitu pula saat jima’, kecuali apabila dia senantiasa berdzikir kepada Allah. Maka hendaknya berdo’a sebelum melakukan jima’ agar hal tersebut menjadi sebab kebaikan dan keberkahan. Do’a yang diajarkan adalah:

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu ‘anhu]. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seandainya Allah mengkaruniakan anak, maka syaithan tidak akan bisa memudharati anak tersebut. Al Qadhi menjelaskan maksudnya adalah syaithan tidak akan bias mearsukinya. Sebagaimana dinukilkan dari Al Minhaj.

  1. Diperbolehkan bagi suami dan istri untuk saling melihat aurat satu sama lain. Diperbolehkan pula mandi bersama. Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub.” [HR. Al Bukhari dan Muslim.]
  1. Diwajibkan bagi suami istri yang telah bersenggama untuk mandi apabila hendak shalat. Waktu mandi boleh ketika sebelum tidur atau setelah tidur. Namun apabila dalam mengakhirkan mandi maka disunnahkan terlebih dahulu wudhu sebelum tidur. Berdasarkan hadits Abdullah bin Qais, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan Nabi ketika junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?’ Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan Rasulullah. Terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya wudhu kemudian tidur.”[HR. Ahmad dalam Al Musnad]
  1. Tidak boleh menyebarkan rahasia ranjang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” [HR. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallaahu ‘anhu]

Dari poin-poin yang telah dijelaskan nampaklah betapa agungnya kesempurnaan syariat Islam dalam mengatur semua sisi kehidupan ini. Sehingga pada setiap gerak hamba ada nilai ibadah yang bisa direngkuh pahalanya. Tidak sekedar aktivitas rutin tanpa faedah, tak semua pemenuhan kebutuhan tanpa hikmah. Oleh sebab itu tak ada yang sia-sia dalam mengikuti aturan Ilahi  dan meneladani sunnah Nabi. Semuanya memiliki makna serta mengandung kemaslahatan, karena datangnya dari Allah Dzat Yang Maha Tinggi Ilmu-Nya lagi Maha sempurna Hikmah-Nya. Maka dari itu syariat yang Allah turunkan selaras dengan fitrah hamba-Nya sebagai manusia, sebagimana disyariatkan pernikahan.

Kesempurnaan syariat Islam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap hamba-Nya melebihi perhatian hamba terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya, hendaklah setiap hamba tetap berada di atas fitrah tersebut di atas agama allah agar dirinya selalu berada di atas jalan yang lurus, “(Tetaplah di atas fitrah) yang Allahtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” [QS. Ar Rum: 30]. Allahu a’lam.

By aga70

(FULL,KOMPLIT,GRATIS) Download Murotal (MP3,3GP AlQuran+Terjemah Indonesia) 30 Juz Lengkap | Qori internasional ”mp3 Misyari Rasyid Alafasy”

Download mp3 Al Quran by Sheikh Mishary Rashid Alafasy مشاري العفاسي

Alhamdulillah, kesempatan kali ini kami hadirkan untuk Anda lantunan tilawah Al-Qur’an 30 juz lengkap (dengan terjemah Bahasa Indonesia) yang dibaca oleh Mishary Rashid Alafasy .
 Alunan suara beliau yang begitu khas dan merdu,  semoga menjadikan kita bertambah semangat untuk mentadabburi Al-Qur’an, menghafal dan mengamalkannya. Nama lengkap beliau adalah Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy seorang imam dan qari asal kuwait, lahir pada tanggal 11 Ramadhan 1396 H.
DAFTAR 114 SURAT AL-QUR’AN LENGKAP :
Al-Fatihah, Al-Baqarah, Al-Imran, An-Nisa’, Al-Ma’idah, Al-An’am, Al-A’raf, Al-Anfal, At-Taubah, Yunus, Hood, Yusuf, Ar-Ra’d, Ibrahim, Al-Hijr, An-Nahl, Al-Isra, Al-Kahf, Maryam, Ta­Ha, Al-Anbiya’, Al-Hajj, Al-Mu’minun, An-Nur, Al-Furqan, Ash-Shu’ara’, An-Naml, Al-Qasas, Al-’Ankabut, Ar­Room, Luqman, As­Sajdah, Al­Ahzab, Saba’, Fatir, 

Ya­Sin, As-Saffat, Sad, Az-Zumar, Ghafir, Fussilat, Ash-Shura, Az-Zukhruf, Ad-Dukhan, Al-Jathiya, Al-Ahqaf, Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, Qaf, Az-Zariyat, At-Tur, An-Najm, Al-Qamar, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Hadid, Al-Mujadilah, Al-Hashr, Al-Mumtahinah, As-Saff, Al-Jumu’ah, Al-Munafiqun, At-Taghabun,

 

 At-Talaq, At-Tahrim, Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haqqah, Al-Ma’arij, Nooh, Al-Jinn, Al-Muzzammil, Al-Muddaththir, Al-Qiyamah, Al-Insan, Al-Mursalat,
An-Naba’, An-Nazi’at, ‘Abasa, At-Takwir, Al-Infitar, Al-Mutaffifin, Al-Inshiqaq, Al-Buruj, At-Tariq, Al-A’la, Al-Ghashiyah, Al-Fajr, Al-Balad, Ash-Shams, Al-Lail, Ad-dhuha, Ash-Sharh, At-Tin, Al-’Alaq, Al-Qadr, Al-Baiyinah, Az-Zalzalah, Al-’Adiyat, Al-Qari’ah, At-Takathur, Al-’Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraish, Al-Ma’un, Al-Kauthar, Al-Kafirun, An-Nasr, Al-Masad, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas.
 
klik kanan untuk mendownload mp3 murottal Al-Qur’an 30 Juz 114 surat :
No
Sura
Play or Download
1
Al-Fatiha
2
Al-Baqarah
3
Ali-Imran
4
An-Nisaa
5
Al-Maaidah
6
Al-Anaam
7
Al-A’raf
8
Al-Anfal
9
At-Taubah
10
Yunus
11
Hud
12
Yusuf
13
Ar-Ra’ad
14
Ibrahim
15
Al-Hijr
16
An-Nahl
17
Al-Israa’
18
Al-Kahfi
19
Maryam
20
Tha-Ha
21
Al-Anbiyaa’
22
Al-Hajj
23
Al-Mu’minun
24
An-Nuur
25
Al-Furqan
26
Ash-Shu’ara
27
An-Naml
28
Al-Qasas
29
Al-Ankabut
30
Ar-Rum
31
Luqman
32
As-Sajdah
33
Al-Ahzab
34
Saba
35
Fatir
36
Ya-Seen
37
As-Saaffat
38
Sad
39
Az-Zumar
40
Ghafir
41
Fussilat
42
Ash-Shura
43
Az-Zukhruf
44
Ad-Dukhan
45
Al-Jathiya
46
Al-Ahqaf
47
Muhammad
48
Al-Fath
49
Al-Hujraat
50
Qaf
51
Adh-Dhariyat
52
At-Tur
53
An-Najm
54
Al-Qamar
55
Ar-Rahman
56
Al-Waqia
57
Al-Hadid
58
Al-Mujadila
59
Al-Hashr
60
Al-Mumtahina
61
As-Saff
62
Al-Jumua
63
Al-Munafiqoon
64
At-Taghabun
65
At-Talaq
66
At-Tahrim
67
Al-Mulk
68
Al-Qalam
69
Al-Haaqqa
70
Al-Maarij
71
Nooh
72
Al-Jinn
73
Al-Muzzammil
74
Al-Muddaththir
75
Al-Qiyama
76
Al-Insan
77
Al-Mursalat
78
An-Naba
79
An-Naziat
80
Abasa
81
At-Takwir
82
Al-Infitar
83
Al-Mutaffifin
84
Al-Inshiqaq
85
Al-Burooj
86
At-Tariq
87
Al-Ala
88
Al-Ghashiya
89
Al-Fajr
90
Al-Balad
91
Ash-Shams
92
Al-Lail
93
Ad-Dhuha
94
Al-Inshirah
95
At-Tin
96
Al-Alaq
97
Al-Qadr
98
Al-Bayyina
99
Az-Zalzala
100
Al-Adiyat
101
Al-Qaria
102
At-Takathur
103
Al-Asr
104
Al-Humaza
105
Al-Fil
106
Quraish
107
Al-Maun
108
Al-Kauther
109
Al-Kafiroon
110
An-Nasr
111
Al-Masadd
112
Al-Ikhlas
113
Al-Falaq
114
An-Nas

For Holy Quran with English transaltion, >>Click Here<<

[Album Murottal] Koleksi Album Mishary Rashid Al Afasy [High Quality]

Alhamdulillah, kesempatan kali ini kami hadirkan koleksi Album Murottal dari Mishari Rashid Al Afasy.  Dengan kualitas audio yang -insya Alloh- sangat memuaskan, sehingga dapat menambah kekhusyu’an dalam menyimak ayat-demi ayat yang dibacakan. Semoga memudahkan bagi Anda yang ingin memilikinya dan semoga bermanfaat bagi Anda yang menyimaknya, mentadabburinya dan mengamalkan kandungannya.

   
    
     
    
   
   
    
     
 

   

[Sumber : Qaree.com]

BONUS : MUROTTAL Shalih Mar i Asy Syammari

>>>> MP3 SURAT IBRAHIM

>>>>MP3 SURAT HUD

Sumber :

http://thinkfirstfresh.blogspot.com/2011/05/misyari-alafasy-mp3-quran-bahasa.html

By aga70

(BAHAYA) EFEK SAMPING SERING ONANI/MASTURBASI : Kemampuan ereksi melemah dan Impotensi, Kebocoran katup air mani, Rambut rontok dan Kebotakan | Cara & Tips pengobatan untuk mengatasi kecanduan/ketergantungan onani/masturbasi

Posted 30 May, 2012 by dr.Abu Hana | أبو هـنـاء ألفردان | in Gay, Lesbian & Seks Bebas (مثلي الجنس ، ومثليه وحرية ممارسة الجنس). Tagged: ,,. 140 Comments

23 Votes

 

Apa akibat negatif terlalu sering Onani/Masturbasi?

Oleh : dr.Abu Hana El-Firdan

Onani/masturbasi adalah kegiatan untuk memuaskan syahwat dengan cara mengeluarkan “secara paksa” air mani. Onani/masturbasi bisa dilakukan oleh pria maupun wanita. Secara syar’i Onani/masturbasi termasuk perbuatan yang diharamkan oleh syari’at dan merupakan perbuatan dosa.

Dalam bahasa Indonesia Masturbasi memiliki beberapa istilah yaitu onani atau rancap, yang maksudnya perangsangan organ sendiri dengan cara  menggesek-geseknya melalui tangan atau  benda lain hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Sedangkan bahasa gaulnya adalah coli atau main sabun yaitu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam memenuhi kebutuhan seksualnya, dengan menggunakan tambahan alat bantu sabun atau benda-benda lain, sehingga dengannya dia bisa mengeluarkan mani(ejakulasi).

Tujuan utama dari masturbasi adalah untuk mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tidak bersenggama. Dalam islam masturbasi dikenal dengan beberapa nama yaitu, al-istimna’ al-istimna’ billkaff, nikah al-yad, jildu umairah, al-i’timar atau‘adatus sirriyah. Masturbasi yang dilakukan oleh wanita, disebut al-ilthaf.

Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya adalah produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks meningkat teramasuk asetilkolin, dopamin dan serotonin. Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan ereksi melemah dan Impotensi
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan pada tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

2. Kebocoran katup air mani
Kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

3. Rambut rontok dan Kebotakan
Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

Sangatlah jelas bahwa akibat negatif dari melakukan masturbasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah dan loyo sehingga aktifitas kerja akan terganggu dan menjadi tidak produktif lagi. Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Selain itu kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

Apakah efek samping onani memakai sabun?

Beberapa jenis sabun mengandung zat yang bersifat menimbulkan rangsangan pada lapisan dalam kulit dan bersifat terlalu kuat untuk lapisan dalam kulit, sehingga menimbulkansemacam luka lecet, iritasi dan luka pada organ reproduksi anda.

Apa Solusinya?

Apabila kita menyibukkan diri dengan melakukan aktivitas yang seimbang antara fisik, mental dan spiritual saya yakin dorongan seksual akan teralihkan. Hindari melihat atau membaca buku, majalah, atau website yang berisikan konten haram pornografi. Dengan demikian kita tidak akan selalu terangsang, sehingga dapat menahan diri untuk tidak selalu melakukan onani. Perbanyak shaum sunnah sebagai metode yang dicontohkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk mengekang syahwat.

Jika anda masih berat meninggalkan kebiasaan onani/masturbasi maka segeralah menikah sebagai solusi terbaik untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut.

 

KESIMPULAN

  • Onani/masturbasi secara medis berbahaya bagi kesehatan akibat aktifitas yang berlebihan dari syaraf-syaraf tertentu sehingga menimbulkan ketidakseimbangan hormonal.
  • Beberapa akibat efek samping onani adalah impotensi/lemah syahwat, kebocoran katup air mani dan rambut rontok/kebotakan. Onani juga menyebabkan tubuh lemah, loyo dan nyeri otot punggung dan selangkangan sehingga produktifitas kerja menjadi berkurang.
  • Islam mengajarkan untuk bershaum atau menikah sebagai bentuk solusi agar gejolak syahwat bisa teratasi. 
Sumber: Majalah Konsultasi kita edisi perdana

Bantu menyebar amalan :

By aga70

(LENGKAP 2012) JADWAL KERETA API EKONOMI, BISNIS & EKSEKUTIF : HARGA TIKET KERETA API | Jadwal/Waktu Keberangkatan & Kedatangan di Stasiun Kereta Api Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Cirebon, Solo, Purworejo, Purwokerto, Malang, Sumatera, dll

Posted 29 June, 2012 by dr.Abu Hana | أبو هـنـاء ألفردان | in Indonesia (اندونيسيا). Tagged: ,,. 38 Comments

86 Votes

 

(LENGKAP 2012) JADWAL KERETA API EKONOMI, BISNIS & EKSEKUTIF : HARGA TIKET KERETA API | Jadwal/Waktu Keberangkatan & Kedatangan di Stasiun Kereta Api Jakarta, Semarang, Yogyakarta,  Surabaya, Bogor,  Cirebon, Solo, Purworejo, Purwokerto, Malang, Sumatera, dll

 

Dibawah ini Anda dapat melihat dengan mudah Jadwal Pemberangkatan Kereta Api maupun Jadwal Kedatangan Kereta Api di kota-kota yang ada di Pulau Jawa diantaranya jadwal kereta api Jakarta Semarang, Jakarta Yogyakarta,  Jakarta Surabaya,  Surabaya Semarang,  Jakarta Bogor,  Jakarta Cirebon dan jadwal kereta api Argo Parahyangan.

Untuk Harga Tiket terbaru 2012 langsung bisa anda cek di website resmi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) di http://www.kereta-api.co.id/

KETENTUAN UMUMEKSEKUTIF, BISNIS, EKONOMI AC, EKONOMI PLUS
1. Tiket dapat dipesan maksimal H-90
2. Pemesanan dapat dilakukan di stasiun manapun
3. Penggantian jadwal dikenakan biaya Rp2.500 untuk administrasi
4. Pembatalan dikenakan biaya 25% dari harga tiket untuk administrasi 

EKONOMI
1. Tiket dapat dipesan maksimal H-7
2. Pemesanan hanya dapat dilakukan di stasiun awal keberangkatan dan beberapa stasiun besar (contoh tiket KA Brantas dapat dipesan di Stasiun Pasar Senen walaupun berangkatnya dari Stasiun Tanah Abang)
3. Penggantian jadwal dikenakan biaya Rp2.500 untuk administrasi
4. Pembatalan dikenakan biaya 25% dari harga tiket untuk administrasi
5. Pemesanan tiket tidak berlaku untuk KA jarak dekat atau KA lokal

INFO LEBARANkisaran harga tiket untuk KA eksekutif & bisnis selama musim lebaran : 

1. KA Anggrek Pagi (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 500 ribu – Rp 650 ribu.
2. KA Anggrek Malam (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 500 ribu – Rp 650 ribu.
3. Argo Lawu (SLO-GMR/GMR-SLO) Rp 400 ribu – Rp 580 ribu.
4. Argo Dwipangga (SLO-GMR/GMR-SLO) Rp 400 ribu – Rp 580 ribu.
5. Argo Sindoro (SMT-GMR/GMR-SMT) Rp 300 ribu – Rp 500 ribu.
6. Argo Muria (SMT-GR/GMR-SMT) Rp 300 ribu – Rp 500 ribu.
7. Gajayana (ML-GMR/GMR-ML) Rp 450 ribu – Rp 650 ribu.
8. Bima (SGU-GMR/GMR-SGU) Rp 450 ribu -Rp 600 ribu.
9. Sembrani (SBI-GMR/GMR-SBI) Rp 450 ribu – Rp 550 ribu.
10. Taksaka (YK-GMR/GMR-YK) Rp 350 ribu – Rp 550 ribu.
11. Gumarang Exa (SBI-PSE/PSE-SBI) Rp 400 ribu – Rp 650 ribu.
12. Gumarang Bisnis (SBI-PSE/PSE-SBI) Rp 250 ribu – Rp 300 ribu.
13. Bangunkarta (JB-PSE/PSE-JB) Rp 255 ribu – Rp 550 ribu.
14. Senja Kediri (KD-PSE/PSE-KD) Rp 200 ribu – Rp 300 ribu.
15. Fajar SMT (SMT-PSE/PSE-SMT) Rp 105 ribu – Rp 200 ribu.
16. Senja SMT (SMT-PSE/PSE-SMT) Rp 105 ribu – Rp 200 ribu.
17. Purwojaya (CP-GMR/GMR-CP) Rp 105 ribu – Rp 350 ribu.
18. Sawunggalih (KTA-PSE/PSE-KTA) Rp 105 ribu – Rp 200 ribu.
19. Senja Solo (SLO-PSE/PSE-SLO) Rp 130 ribu – Rp 220 ribu.
20. Fajar Yogya (YK-PSE/PSE-YK) Rp 120 ribu – Rp 220 ribu.
21. Senja Yogya (YK-PSE/PSE-YK) Rp 130 ribu – Rp 220 ribu.
22. Bogowonto (KTA-PSE/PSE-KTA) Rp 90 ribu – Rp 150 ribu.
RUTE DAN PRAKIRAAN HARGA TIKET EKSEKUTIF, BISNIS, EKONOMI AC, DAN EKONOMI PLUS (REGULER)nb : untuk rute jarak jauh bisa turun atau singgah di stasiun tengah-tengah, contoh KA Jakarta-Surabaya bisa anda gunakan untuk pergi ke Semarang, dgn tarif yg tidak jauh beda dgn KA dari ujung ke ujung… 

 

JAKARTASTASIUN KEBERANGKATAN
1. Pasar Senen (semua KA bisnis bukan campuran dan ekonomi AC, KA Gumarang, KA Sawunggalih, KA Bangunkarta)
2. Beos (KA Gumarang, KA Sembrani, KA Gajayana)
3. selain di atas, semuanya dari Gambir 

JAKARTA-BANDUNG
KA Argo Parahyangan (eksekutif & bisnis, 6x sehari)
Eksekutif : 60 ribu (Senin-Kamis), 80 ribu (Jumat-Minggu)
Bisnis : 45 ribu

JAKARTA-CIREBON
1. KA Argo Jati (eksekutif, 2x sehari pagi dan siang)
2. KA Cirebon Ekspres (eksekutif & bisnis, 2x sehari pagi dan siang)
Eksekutif : 110 ribu-135 ribu (Argo Jati), 80-95 ribu (Cirebon Ekspres)
Bisnis : 60-70 ribu

JAKARTA-TEGAL
KA Cirebon Ekspres (eksekutif & bisnis, 2x sehari siang dan sore)
Eksekutif : 100-115 ribu
Bisnis : 75-85 ribu

JAKARTA-SEMARANG
1. KA Argo Muria (eksekutif, sore)
2. KA Argo Sindoro (eksekutif, pagi)
3. KA Fajar Utama Semarang (bisnis, pagi)
4. KA Senja Utama Semarang (bisnis, malam)
Eksekutif : 225-260 ribu
Bisnis : 115-140 ribu

JAKARTA-PURWOKERTO-CILACAP
KA Purwojaya (eksekutif & bisnis, pagi)
Eksekutif : 175-230 ribu
Bisnis : 115-140 ribu

JAKARTA-KUTOARJO
KA Sawunggalih (eksekutif & bisnis, 2x sehari pagi & malam)
Eksekutif : 175-230 ribu (hanya ada malam dari Jakarta, pagi dari Kutoarjo)
Bisnis : 115-140 ribu

JAKARTA-YOGYAKARTA
1. KA Taksaka (eksekutif, 2x sehari pagi & malam)
2. KA Fajar Utama Yogya (bisnis, pagi)
3. KA Senja Utama Yogya (bisnis, malam)
4. KA Gajah Wong (ekonomi AC, dari Jakarta pagi, dari Lempuyangan malam)
5. KA Bogowonto (ekonomi AC, dari Jakarta malam, dari Yogyakarta pagi)
Eksekutif : 240-310 ribu
Bisnis : 125-175 ribu
Ekonomi AC : 125-155 ribu

JAKARTA-SOLO
1. KA Argo Lawu (eksekutif, pagi)
2. KA Argo Dwipangga (eksekutif, malam)
3. KA Senja Utama Solo (bisnis, malam)
Eksekutif : 255-320 ribu
Bisnis : 135-175 ribu

JAKARTA-KEDIRI-MALANG
1. KA Gajayana (eksekutif, sore)
2. KA Senja Singosari (bisnis, sore)
Eksekutif : 325-380 ribu
Bisnis : 205-245 ribu

JAKARTA-JOMBANG
KA Bangunkarta (eksekutif, via Semarang-Gundih-Solo, sore)
Eksekutif : 265-320 ribu

JAKARTA-SURABAYA
1. KA Argo Bromo Anggrek (eksekutif, 2x sehari pagi & malam)
2. KA Sembrani (eksekutif, malam)
3. KA Bima (eksekutif, via selatan, malam)
4. KA Gumarang (eksekutif & bisnis, sore)
Eksekutif : 310-380 ribu, 260-330 ribu (Gumarang)
Bisnis : 165-220 ribu

BANDUNG
——————————————————————-

 

BANDUNG-SEMARANG
KA Harina (eksekutif & bisnis, malam)
Eksekutif : 155-185 ribu
Bisnis : 110-140 ribu

BANDUNG-SOLO
KA Lodaya (eksekutif & bisnis, 2x sehari pagi dan malam)
Eksekutif : 170-195 ribu
Bisnis : 110-130 ribu

BANDUNG-SURABAYA
1. KA Argo Wilis (eksekutif, pagi)
2. KA Turangga (eksekutif, malam)
3. KA Mutiara Selatan (bisnis, sore)
Eksekutif : 245-325 ribu
Bisnis : 175-200 ribu

BANDUNG-MALANG
KA Malabar (eksekutif, bisnis, dan ekonomi plus, sore)
Eksekutif : 235-275 ribu
Bisnis : 175-195 ribu
Ekonomi Plus : 115-135 ribu
—————————————————————–

SEMARANG

SEMARANG-SURABAYA
KA Rajawali (eksekutif & bisnis, pagi dari Semarang, siang dari Surabaya)
Eksekutif : 130-155 ribu
Bisnis : 75-100 ribu
—————————————————————–
YOGYAKARTA

YOGYAKARTA-SURABAYA
KA Sancaka (eksekutif & bisnis, 2x sehari pagi dan sore)
Eksekutif : 125-150 ribu
Bisnis : 75-95 ribu

SURABAYA

SURABAYA-BANYUWANGI
KA Mutiara Timur (eksekutif & bisnis, 2x sehari pagi & malam)
Eksekutif : 100-130 ribu
Bisnis : 75-95 ribu

 

 

RUTE DAN PRAKIRAAN HARGA TIKET EKONOMI (REGULER)beberapa KA harganya kosong karena belum diketahui… 

JAKARTA

STASIUN KEBERANGKATAN
1. Tanah Abang (KA Kutojaya Utara, KA Brantas, KA Bengawan)
2. Beos (KA GBMS, KA Tegal Arum, KA Serayu, KA Patas Merak)
3. Tanjung Priok (KA Kertajaya)
4. sisanya dari Pasar Senen

JAKARTA-MERAK
KA Patas Merak
Harga : 7.000

JAKARTA-TEGAL
KA Tegal Arum (pagi)
Harga : 15 ribu

JAKARTA-SEMARANG
KA Tawang Jaya (malam)
Harga : 33.500

JAKARTA-BANDUNG-KROYA
KA Serayu (2x sehari)
Harga : 21.500 (Sidareja) 25 ribu (Kroya)

JAKARTA-KUTOARJO
KA Kutojaya Utara (pagi dari Jakarta, malam dari Kutoarjo)
Harga : 28 ribu

JAKARTA-YOGYAKARTA
KA Progo (malam)
Harga : 35 ribu

JAKARTA-SOLO
KA Bengawan (malam)
Harga : 37 ribu

JAKARTA-KEDIRI
KA Brantas (sore)
Harga : 40 ribu (Madiun) 45 ribu (Kediri)

JAKARTA-MALANG
KA Matarmaja (siang)
harga : 41 ribu (Madiun) 51 ribu (Malang)

JAKARTA-SURABAYA
1. KA Kertajaya (via utara, sore)
2. KA Gaya Baru Malam Selatan (via selatan, siang)
harga :
GBMS : 33.500
Kertajaya : 41 ribu (Bojonegoro) 43 ribu (Surabaya)

BANDUNG

PADALARANG-KEDIRI
KA Kahuripan (malam)
Harga : 38 ribu

KIARACONDONG-SURABAYA
KA Pasundan (pagi)
Harga : 38 ribu

KIARACONDONG-KUTOARJO
KA Kutojaya Selatan
Harga : 19.500
—————————————————————–

 

SEMARANG

SEMARANG-TEGAL-SLAWI/BREBES
KA Kaligung
Harga : 25 ribu

SEMARANG-CEPU/BOJONEGORO
KA Blora Jaya
Harga : 28 ribu (non-AC), 40 ribu (AC, hanya ke Cepu)

—————————————————————–

PURWOKERTO

PURWOKERTO-JEMBER
KA Logawa (pagi)
Harga : 40.500

 

—————————————————————–

YOGYAKARTA

YOGYAKARTA-SURABAYA-BANYUWANGI
KA Sri Tanjung (pagi)
Harga : 35 ribu

YOGYAKARTA-MADIUN
KA Madiun Jaya
Harga : 35 ribu (non-AC), 50 ribu (AC)

 

—————————————————————–

SURABAYA

SURABAYA-BLITAR
KA Rapih Dhoho (via Kertosono)
KA Penataran (via Malang)
Harga : 8.000

SURABAYA-CEPU
KA Cepu Ekspres (AC)
Harga : 25 ribu
—————————————————————–

MALANG

MALANG-BANYUWANGI
KA Tawang Alun (pagi dari Banyuwangi, siang dari Malang)
Harga : 18.500

PROBOLINGGO

PROBOLINGGO-BANYUWANGI
KA Probowangi
Harga : 7.000

JEMBER

JEMBER-BANYUWANGI
KA Pandanwangi
Harga : 4.000

 
Tabel Harga
JAKARTA – SURABAYA
ARGO BROMO ANGGREK PAGI     09:30-19:00    Rp.330.000-Rp.365.000    (GAMBIR-TURI)
SEMBRANI 19:30-06:35    Rp.325.000-Rp.375.000
ARGO BROMO ANGGREK MALAM     21:30-07:00    Rp.330.000-Rp.385.000
BIMA 17:00-05:45    Rp.330.000-Rp.385.000    (GAMBIR-GUBENG)
GUMARANG 18:05-05:50    Rp.170.000-Rp.340.000    (SENEN-TURI)
 BANGUNKARTA 16:05-04:22 Rp.265.000-Rp.330.000 (SENEN-JOMBANG)
BANDUNG – SURABAYA
TURANGGA 19:00-07:00    Rp.245.000-Rp.330.000    (GUBENG)
ARGO WILIS  07:00-18:30    Rp.250.000-Rp.285.000
MUTIARA SELATAN 17:00-06:00    Rp.175.000-Rp.200.000
SEMARANG – SURABAYA
RAJAWALI 08:30-12:42 Rp.130.000-Rp.145.000JAKARTA – MALANG

GAJAYANA 17:30 -08:30    Rp.330.000-Rp.385.000    (GAMBIR)
SENJA SINGOSARI  15:05-08:15    Rp.225.000-Rp.275.000    (SENEN)
BANDUNG – MALANG
MALABAR 15:30-07:05    Rp.235.000-Rp.275.000JAKARTA – SEMARANG
ARGO SINDORO 16:45-23:10 Rp.230.000-Rp.270.000 (GAMBIR)
ARGO MURIA 07:30-14:11 Rp.230.000-Rp.250.000 (GAMBIR)
SENJA UTAMA SEMARANG 19:10-03:58 Rp.120.000-Rp.155.000 (SENEN)
FAJAR UTAMA SEMARANG 07:35-15:37 Rp.115.000-Rp.150.000 (SENEN)
BANDUNG – SEMARANG
HARINA 20:30-05:06 Rp.155.000-Rp.185.000JAKARTA – SOLO
ARGO DWIPANGGA 08:00-16:16 Rp.320.000-Rp.340.000 (GAMBIR)
SENJA UTAMA SOLO 20:20-06:50 Rp.170.000-Rp.200.000 (SENEN)
BANDUNG – SOLO
LODAYA PAGI 08:00-16:34 Rp.195.000-Rp.210.000
LODAYA MALAM 20:00-04:34 Rp.195.000-Rp.225.000JAKARTA – CIREBON
CIREBON EKSPRES 06:05-08:59    Rp.85.000-Rp.105.000    (GAMBIR)
CIREBON EKSPRES  09:45-12:40    Rp.85.000-Rp.105.000
CIREBON EKSPRES 11:00-13:55    Rp.85.000-Rp.105.000
CIREBON EKSPRES 13:20-16:19    Rp.85.000-Rp.105.000
CIREBON EKSPRES  18:45-21:44    Rp.85.000-Rp.105.000

Jadwal KEBERANGKATAN Kereta Api Kelas Bisnis Di Pulau Jawa

No. KA

Nama KA

Stasiun Keberangkatan

Waktu Keberangkatan

Stasiun Kedatangan

Waktu Kedatangan

Pemberhentian

73 Gumarang Surabaya Pasar Turi 14.30 Jakarta Pasar Senen 06.17 Bojonegoro, Cepu, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara
74 Gumarang Jakarta Pasar Senen 14.45 Surabaya Pasar Turi 06.45 Jatinegara, Cirebon, Tegal, Pekalogan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan
75 Lodaya Solo Balapan 08.30 Bandung 17.40 Klaten, Tugu Yogyakarta, Wates, Kutoarjo, Kebumen, Karanganyar, Gombong,Kroya, Banjar,Tasikmalaya
76 Lodaya Bandung 08.00 Solo Balapan 17.13 Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Gombong,Karanganyar, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Tugu Yogyakarta, Klaten
77 Lodaya Solo Balapan 20.30 Bandung 05.41 Klaten, Tugu Yogyakarta, Wates, Kutoarjo, Kebumen, Karanganyar, Gombong, Kroya, Banjar, Tasikmalaya
78 Lodaya Bandung 20.00 Solo Balapan 05.10 Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Gombong, Karanganyar, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Tugu Yogyakarta, Klaten
79 Mutiara Timur Surabaya Gubeng 09.15 Banyuwangi 15.56 Wonokromo, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Jatiroto, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Krenceng
80 Mutiara Timur Banyuwangi 09.00 Surabaya Gubeng 15.24 Krenceng, Rogojampi, Temuguruh, Kalisetail, Kalibaru, Kalisat, Jember, Rambipuji, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo, Wonokromo
81 Mutiara Timur Surabaya Gubeng 22.35 Banyuwangi 04.57 Sidoarjo, Bangil, Probolinggo, Rambipuji, Jember, Kalisat, Kalibaru, Kalisetail, Temuguruh, Rogojampi, Krenceng
82 Mutiara Timur Banyuwangi 22.20 Surabaya Gubeng 04.53 Krenceng, Rogojampi, Temuguruh, Kalisetail, Kalibaru, Kalisat, Jember, Rambipuji, Probolinggo, Pasuruan, Bangil, Sidoarjo
83/86 Purwojaya Cilacap 18.30 Jakarta Gambir 06.30 Maos, Kroya, Purwokerto, Bekasi, Jatinegara
84/85 Purwojaya Jakarta Gambir 05.45 Cilacap 13.10 Jatinegara, Purwokerto, Kroya
87 Sancaka Surabaya Gubeng 07.00 Yogyakarta 12.20 Jombang, Kertosono, Madiun, Sragen, Solo Balapan, Klaten
88 Sancaka Yogyakarta 16.00 Surabaya Gubeng 22.04 Klaten, Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Jombang
89 Sancaka Surabaya Gubeng 15.00 Tugu Yogyakarta 20.23 Kertosono, Madiun, Solo Balapan, Klaten
90 Sancaka Tugu Yogyakarta 07.15 Surabaya Gubeng 12.33 Klaten, Solo Balapan, Sragen, Madiun, Kertosono
91 Cirebon Ekspres Cirebon 06.15 Jakarta Gambir 09.16 Jatibarang, Haurgeulis, Jatinegara
92 Cirebon Ekspres Jakarta Gambir 06.00 Cirebon 08.56 Jatinegara, Jatibarang
93 Cirebon Ekspres Tegal 06.00 Jakarta Gambir 10.38 Brebes, Cirebon, Jatinegara
94 Cirebon Ekspres Jakarta Gambir 09.35 Cirebon 12.35 Jatinegara, Haurgeulis, Jatibarang
95 Cirebon Ekspres Cirebon 10.00 Jakarta Gambir 12.58 Jatibarang, Jatinegara
96 Cirebon Ekspres Jakarta Gambir 11.00 Tegal 15.43 Jatinegara, Jatibarang, Cirebon, Brebes
97 Cirebon Ekspres Cirebon 15.15 Jakarta Gambir 18.12 Jatibarang, Jatinegara
98 Cirebon Ekspres Jakarta Gambir 13.15 Cirebon 16.15 Jatinegara, Jatibarang
99 Cirebon Ekspres Tegal 16.10 Jakarta Gambir 21.10 Brebes, Cirebon, Jatibarang, Jatinegara
100 Cirebon Ekspres Jakarta Gambir 18.30 Tegal 23.04 Jatinegara, Haurgeulis, Jatibarang, Cirebon, Brebes
101 Senja Kediri Kediri 17:00 Jakarta Pasar Senen 06:45 Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Paron, Walikukun, Sragen, Solo Jebres, Semarang Tawang Jerakah, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Bekasi, Jatinegara
102 Senja Kediri Jakarta Pasar Senen 15:00 Kediri 04:00 Jatinegara, Bekasi, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Jerakah, Semarang Tawang, Solo Jebres, Sragen, Walikukun, Paron, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono
113 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng 16.00 Bandung 06.15 Wonokromo, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo Balapan, Tugu Yogyakarta, Karanganyar ,Banjar, Ciamis, Tasikmalaya
114 Mutiara Selatan Bandung 17.00 Surabaya Gubeng 06.41 Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kroya, Karanganyar, Tugu Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Wonokromo
113 Senja Utama Solo Solo Balapan 18.00 Jakarta Pasar Senen 04.02 Klaten, Tugu Yogyakarta, Gombong, Karanganyar, Purwokerto, Cirebon, Jatinegara
114 Senja Utama Solo Jakarta Pasar Senen 20.30 Solo Balapan 06.22 Jatinegara, Cirebon, Prupuk, Purwokerto, Karanganyar, Tugu Yogyakarta, Klaten
115 Fajar Utama Yogya Tugu Yogyakarta 08.00 Jakarta Pasar Senen 16.45 Wates, Karanganyar, Purwokerto, Cirebon, Bekasi, Jatinegara
116 Fajar Utama Yogya Jakarta Pasar Senen 06.20 Tugu Yogyakarta 14.45 Jatinegara, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Karanganyar, Wates
117 Senja Utama Yogya Tugu Yogyakarta 18.30 Jakarta Pasar Senen 03.45 Wates, Kebumen, Karanganyar, Purwokerto, Cirebon, Jatinegara
118 Senja Utama Yogya Jakarta Pasar Senen 19.20 Tugu Yogyakarta 04.27 Jatinegara, Cirebon, Prupuk, Purwokerto, Karanganyar, Wates
119 Sawunggalih Utama Kutoarjo 07.00 Jakarta Pasar Senen 14.14 Kebumen, Karanganyar, Gombong, Kroya, Purwokerto, Cirebon, Bekasi, Jatinegara
120 Sawunggalih Utama Jakarta Pasar Senen 19.00 Kutoarjo 03.03 Jatinegara, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Gombong, Karanganyar, Kebumen
121 Sawunggalih Utama Kutoarjo 19.00 Jakarta Pasar Senen 02.37 Kebumen, Karanganyar, Gombong, Kroya, Purwokerto, Cirebon, Jatinegara
122 Sawunggalih Utama Jakarta Pasar Senen 08.15 Kutoarjo 15.47 Jatinegara, Bekasi, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Gombong, Karanganyar, Kebumen
123 Senja Utama Semarang Semarang Tawang 20.00 Jakarta Pasar Senen 03.10 Weleri, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Jatinegara
124 Senja Utama Semarang Jakarta Pasar Senen 19.10 Semarang Tawang 02.48 Jatinegara, Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Weleri
125 Fajar Utama Semarang Semarang Tawang 08.00 Jakarta Pasar Senen 14.55 Weleri, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cirebon, Jatinegara
126 Fajar Utama Semarang Jakarta Pasar Senen 07.15 Semarang Tawang 14.30 Jatinegara, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Weleri
19A Argo Parahyangan Bandung 05.30 Jakarta Gambir 08.43 Cimahi, Purwakarta, Jatinegara
20A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 05.45 Bandung 09.08 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi
21A Argo Parahyangan Bandung 06.30 Jakarta Gambir 09.55 Cimahi, Padalarang, Purwakarta Bekasi, Jatinegara
22A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 09.15 Bandung 12.38 Jatinegara, Bekasi, Cimahi
23A Argo Parahyangan Bandung 11.30 Jakarta Gambir 15.02 Cimahi, Padalarang, Purwakarta, Bekasi, Jatinegara
24A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 11.30 Bandung 14.58 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi
25A Argo Parahyangan Bandung 14.35 Jakarta Gambir 17.48 Cimahi,Bekasi, Jatinegara
26A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 16.35 Bandung 19.39 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi
27A Argo Parahyangan Bandung 16.30 Jakarta Gambir 19.52 Cimahi, Purwakarta, Bekasi, Jatinegara
28A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 19.00 Bandung 22.26 Jatinegara, Bekasi, Cimahi
29A Argo Parahyangan Bandung 20.05 Jakarta Gambir 23.30 Bekasi, Jatinegara
30A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 20.25 Bandung 23.46 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta
7061 Malabar Ekspress Malang 15.30 Bandung 08.37 Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo, Klaten, Yogya, Wates, Kebumen, Banjar, Tasik
7062 Malabar Ekspress Bandung 15.30 Malang 08.11 Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo, Klaten, Yogya, Wates, Kebumen, Banjar, Tasik
7063 (senin-jumat) Argo Parahyangan Bandung 08.45 Jakarta Gambir 11.58 Cimahi, Bekasi, Jatinegara
7064 (senin-jumat) Argo Parahyangan Jakarta Gambir 13.30 Bandung 16.47 Jatinegara, Bekasi, Cimahi
7065 (Senin Saja) Argo Parahyangan Bandung 04.00 Jakarta Gambir 07.23 Bekasi, Jatinegara
7066 (Senin saja) Argo Parahyangan Jakarta Gambir 08.30 Bandung 11.43 Jatinegara, Bekasi
7067 Argo Parahyangan Bandung 13.30 Jakarta Gambir 17.05 Cimahi, Bekasi, Jatinegara
7068 Argo Parahyangan Jakarta Gambir 17.40 Bandung 20.55 Jatinegara, Bekasi

——————-

Jadwal KEBERANGKATAN Kereta Api Kelas Eksekutif Di Pulau Jawa

No. KA

Nama KA

Stasiun Keberangkatan

Waktu Keberangkatan

Stasiun Kedatangan

Waktu Kedatangan

Pemberhentian

1 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasar Turi 08.01 Jakarta Gambir 18.37 Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara
2 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir 09.30 Surabaya Pasar Turi 19.58 Pekalongan, Semarang Tawang
3 Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasar Turi 20.00 Jakarta Gambir 06.31 Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara
4 Argo Bromo Anggrek Jakarta Gambir 21.30 Surabaya Pasar Turi 07.57 Pekalongan, Semarang Tawang
5 Argo Wilis Surabaya Gubeng 07.30 Bandung 19.56 Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan,Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Kroya, Banjar, Tasikmalaya
6 Argo Wilis Bandung 07.00 Surabaya Gubeng 19.47 Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Karanganyar, Tugu Yogyakarta,
Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Jombang
7 Argo Lawu Solo Balapan 08.00 Jakarta Gambir 16.03 Klaten, Tugu Yogyakarta, Purwokerto, Jatinegara
8 Argo Lawu Jakarta Gambir 20.00 Solo Balapan 04.04 Purwokerto, Karanganyar, Tugu Yogyakarta, Klaten
9 Argo Dwipangga Solo Balapan 20.00 Jakarta Gambir 04.06 Klaten, Tugu Yogyakarta, Karanganyar, Purwokerto, Jatinegara
10 Argo Dwipangga Jakarta Gambir 08.00 Solo Balapan 16.04 Purwokerto, Tugu Yogyakarta, Klaten
11 Argo Sindoro Semarang Tawang 05.30 Jakarta Gambir 11.23 Pekalongan, Tegal, Jatinegara
12 Argo Sindoro Jakarta Gambir 16.45 Semarang Tawang 22.35 Tegal, Pekalongan
13 Argo Muria Semarang Tawang 16.00 Jakarta Gambir 21.55 Pekalongan, Tegal, Jatinegara
14 Argo Muria Jakarta Gambir 07.15 Semarang Tawang 13.11 Tegal, Pekalongan
27 Argo Jati Cirebon 05.45 Jakarta Gambir 08.32 Jatinegara
28 Argo Jati Jakarta Gambir 09.00 Cirebon 11.42 Jatinegara
29 Argo Jati Cirebon 14.00 Jakarta Gambir 16.48 Jatinegara
30 Argo Jati Jakarta Gambir 17.10 Cirebon 19.58 Jatinegara
31 Gajayana Malang 16.25 Jakarta Kota 07.30 Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun,
Solo Balapan, Tugu Yogyakarta, Purwokerto, Jatinegara
32 Gajayana Jakarta Kota 17.15 Malang 08.44 Purwokerto, Tugu Yogyakarta, Solo Balapan,
Madiun, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar
33 Bima Surabaya Gubeng 17.00 Jakarta Kota 06.30 Mojokerto, Jombang, Kertosono, Madiun, Solo Balapan, Tugu Yogyakarta,
Purwokerto, Cirebon, Jatinegara
34 Bima Jakarta Kota 17.00 Surabaya Gubeng 05.49 Cirebon, Purwokerto, Tugu Yogyakarta, Solo Balapan,
Madiun, Kertosono, Jombang, Mojokerto
35 Sembrani Surabaya Pasar Turi 17.00 Jakarta Kota 06.49 Lamongan, Bojonegoro, Cepu, Semarang Tawang, Pekalongan, Jatinegara.
36 Sembrani Jakarta Kota 17.30 Surabaya Pasar Turi 07.02 Jatinegara, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan.
37 Turangga Surabaya Gubeng 18.00 Bandung 07.10 Mojokerto, Kertosono, Madiun, Solo Balapan,
Tugu Yogyakarta, Kroya, Banjar, Tasikmalaya
38 Turangga Bandung 19.00 Surabaya Gubeng 08.25 Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Kutoarjo, Tugu Yogyakarta,
Solo Balapan, Madiun, Kertosono, Mojokerto
39 Taksaka Tugu Yogyakarta 20.00 Jakarta Kota 04.16 Kebumen, Purwokerto, Jatinegara
40 Taksaka Jakarta Kota 08.15 Tugu Yogyakarta 16.21 Cirebon, Purwokerto, Gombong
41 Taksaka Tugu Yogyakarta 10.00 Jakarta Kota 17.55 Kutoarjo, Gombong, Purwokerto, Cirebon, Jatinegara
42 Taksaka Jakarta Kota 20.45 Tugu Yogyakarta 04.42 Purwokerto
43 Bangunkarta Jombang 17.00 Jakarta Pasar Senen 05.30 Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Paron, Walikukun, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Jatinegara
44 Bangunkarta Jakarta Pasar Senen 17.00 Jombang 05.20 Jatinegara, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Walikukun, Paron, Madiun, Caruban, Nganjuk, Kertosono
45/48 Harina Bandung 20.30 Semarang Tawang 04.27 Purwakarta, Cikampek, Cirebon, Tegal, Pekalongan
46/47 Harina Semarang Tawang 20.30 Bandung 04.19 Pekalongan, Tegal, Cirebon, Cikampek, Purwakarta
49 Rajawali Surabaya Pasar Turi 14.00 Semarang Tawang 19.09 Lamongan, Bojonegoro, Cepu
50 Rajawali Semarang Tawang 08.25 Surabaya Pasar Turi 13.27 Cepu, Bojonegoro, Lamongan
19A Argo Parahyangan Bandung 05.30 Jakarta Gambir 08.43 Cimahi, Purwakarta, Jatinegara
20A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 05.45 Bandung 09.08 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi
21A Argo Parahyangan Bandung 06.30 Jakarta Gambir 09.55 Cimahi, Padalarang, Purwakarta Bekasi, Jatinegara
22A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 09.15 Bandung 12.38 Jatinegara, Bekasi, Cimahi
23A Argo Parahyangan Bandung 11.30 Jakarta Gambir 15.02 Cimahi, Padalarang, Purwakarta, Bekasi, Jatinegara
24A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 11.30 Bandung 14.58 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi
25A Argo Parahyangan Bandung 14.35 Jakarta Gambir 17.48 Cimahi,Bekasi, Jatinegara
26A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 16.35 Bandung 19.39 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi
27A Argo Parahyangan Bandung 16.30 Jakarta Gambir 19.52 Cimahi, Purwakarta, Bekasi, Jatinegara
28A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 19.00 Bandung 22.26 Jatinegara, Bekasi, Cimahi
29A Argo Parahyangan Bandung 20.05 Jakarta Gambir 23.30 Bekasi, Jatinegara
30A Argo Parahyangan Jakarta Gambir 20.25 Bandung 23.46 Jatinegara, Bekasi, Purwakarta
7061 Malabar Ekspress Malang 15.30 Bandung 08.37 Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo, Klaten, Yogya, Wates, Kebumen, Banjar, Tasik
7062 Malabar Ekspress Bandung 15.30 Malang 08.11 Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo, Klaten, Yogya, Wates, Kebumen, Banjar, Tasik
7063 (senin s/d jumat) Argo Parahyangan Bandung 08.45 Jakarta Gambir 11.58 Cimahi, Bekasi, Jatinegara
7064 (senin s/d jumat) Argo Parahyangan Jakarta Gambir 13.30 Bandung 16.47 Jatinegara, Bekasi, Cimahi
7065 (Senin Saja) Argo Parahyangan Bandung 04.00 Jakarta Gambir 07.23 Bekasi, Jatinegara
7066 (Senin saja) Argo Parahyangan Jakarta Gambir 08.30 Bandung 11.43 Jatinegara, Bekasi
7067 Argo Parahyangan Bandung 13.30 Jakarta Gambir 17.05 Cimahi, Bekasi, Jatinegara
7068 Argo Parahyangan Jakarta Gambir 17.40 Bandung 20.55 Jatinegara, Bekasi

————–

 

Jadwal KEBERANGKATAN Kereta Api Kelas Eksekutif Di Pulau Jawa

 Jika Anda ingin mengetahui Jadwal Keberangkatan Kereta Api, Jadwal Kedatangan Kereta Api, Harga Tiket Kereta Api, atau ingin Reservasi Tiket Kereta Api secara Online, Silahkan Anda kunjungi langsung website resmi PT. Kereta Api Indonesia yaitu http://www.kereta-api.co.id.

KERETA API PENUMPANG EKONOMI AC

NO NAMA KERETA API RELASI KELAS
1 Bogowonto Pasarsenen – Kutoarjo Ekonomi

KERETA API PENUMPANG EKONOMI PP

NO NAMA KERETA API RELASI KELAS
1 Matarmaja Malang – Pasarsenen Ekonomi
2 Brantas Kediri – Tanah Abang Ekonomi
3 Kertajaya Tanjung Priok – Sb.Pasarturi Ekonomi
4 Gaya Baru Malam Jakarta – Sb.Gubeng Ekonomi
5 Bengawan Tanah Abang – Solojebres Ekonomi
6 Progo Pasarsenen – Lempuyangan Ekonomi
7 Tawang Jaya Pasarsenen – Sm.Pancol Ekonomi
8 Kutojaya Utara Tanah Abang – Kutoarjo Ekonomi
9 Kutojaya Selatan Kiaracondong – Kutoarjo Ekonomi
10 Tegal Arum Tegal – Jakarta Ekonomi
11 Pasundan Kiaracondong – Sb.Gubeng Ekonomi
12 Kahuripan Padalarang – Kediri Ekonomi
13 Serayu Jakarta – Bandung – Kroya Ekonomi
14 Logawa Purwokerto – Surabaya – Jember Ekonomi
15 Sri Tanjung Lempuyangan – Surabaya – Banyuwangi Ekonomi
16 Tawang Alun Malang – Banyuwangi Ekonomi

KA Lokal

Berikut ini adalah profil KA Penumpang Lokal, yang di operasikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) :

KERETA API LOKAL EKSEKUTIF & EKONOMI

NO NAMA KERETA API RELASI
1 KALIAGUNG EKSEKUTIF Smgponcol-Tegal-Slawi
2 KALIAGUNG EKONOMI Smgponcol-Tegal-Slawi/Smgponcol-Brebes

 

KERETA API LOKAL BISNIS, KRD/KRDI/KRDE BISNIS

NO NAMA KERETA API RELASI
1 KRD CEPAT Rancaekek-Bandung/Bandung-cicalengka
2 KRD CEPAT Cicalengka-Padalarang/Bandung-padalarang
3 RENCANG GEULIS Cicalengka-Bandung/Bandung- Padalarang
4 PANDANWANGI Solo-Smgponcol
5 BLORAJAYA Cepu-Smgponcol/Smgponcol-Bojonegoro
6 KALIGUNG BISNIS Smgponcol-Tegal-Slawi/Smgponcol-Brebes
7 BLORA JAYA II Solo-Smgponcol-Yogyakarta
8 PRAMEKS Yogyakarta-Solo/Yogyakarta-Kutoarjo
9 PRAMEKS Kutoarjo-Palur/Sragen-Kutoarjo
10 PRAMEKS Kutoarjo-Solojebres/Solojebres-Yogyakarta
11 PRAMEKS Palur-Yogyakarta
12 MADIUN JAYA Madiu- Solo

 

KERETA API LOKAL EKONOMI

NO NAMA KERETA API RELASI
1 CEPAT RANGKAS Tanahabang-Parungpanjang/Rangkasbitung-Parungpanjang
2 CEPAT RANGKAS Parungpanjang-Jakartakota/Rangkasbitung-Jakartakota
3 CEPAT RANGKAS Rangkasbitung-pasarsenen
4 PATAS MERAK Jakartakota-Merak
5 PATAS PURWAKARTA Purwakarta-Jakartakota
6 KRD EKONOMI Pasarsenen-Krawang/Cikampek-Tanjungpriok
7 KRD EKONOMI Tanjungpriok-Purwakarta/jakartakota-Pasarsenen/purwakarta
8 RANGKAS JAYA Sukabumi-bogor/tanahabang
9 CIANJURAN Cianjur-Ciroyom
10 CIBATUAN Purwakarta-Cibatu
11 PROBOWANGI Banyuwangi-Probolinggo
12 PANDANWANGI Kalibaru-Banyuwangi/Banyuwangi-Jember
13 WISATA DN.SINGKARAK Sawalunto-Padangpanjang
14 WISATA MAK ITAM Sawalunto-Muarakalaban
15 WISATA AMBARAWA Ambarawa-Batudowo
16 WISATA JALADARA Solo-Purwosari

KA Di Sumatera

Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, PT.KERETA API INDONESIA (PERSERO) telah banyak pengoprasian KA penumpangnya, baik KA Utama (Komersil dan non komersil), salah satunya KA Di Sumatera, yang terdiri dari :

KERETA API PENUMPANG DI SUMATERA SELATAN PP

NO NAMA KERETA API RELASI KELAS
1 Sriwijaya Tanjungkarang – Kertapati Eksekutif – Bisnis
2 Sindang Marga Lubuklinggau – Kertapati Eksekutif – Bisnis
3 Rajabasa Tanjungkarang – Kertapati Ekonomi
4 Bukit serelo Lubuklinggau – Kertapati Ekonom

KERETA API PENUMPANG DI SUMATERA UTARA PP

NO NAMA KERETA API RELASI KELAS
1 Sribilah Utama Medan Rantauprapat Eksekutif – Bisnis
2 Siantar Ekspres Siantar – Medan Ekonomi
3 Putri Deli Medan – Tanjungbalai Ekonomi
Sumber :
KOTA LAINNYA
LEMPUYANGAN – BANYUWANGI PP.BANYUWANGI – MALANG PP.PURWOKERTO – JEMBER PP.
KERTAPATI – TANJUNGKARANG PP.KERTAPATI – LUBUKLINGGAU PP.TANJUNGBALAI – MEDAN PP.
RANTAUPRAPAT – MEDAN PP.SIANTAR – MEDAN PP.Nama Kereta Api dan tujuan yang dilayani adalah sebagai berikut :KA BIMA KA GAYABARU MALAM SELATAN JAKARTA – YOGYAKARTA – SURABAYA (GUBENG) PP.
KA BANGUNKARTA, KA MATARMAJA PASARSENEN – JOMBANG – MALANG PP.KA KERTAJAYA, KA TAWANGJAYA, KA TEGALARUM JAKARTA – TEGAL – SEMARANG – SURABAYA(PS TURI) PP.
KA PROGO, KA SAWUNGGALIH PASARSENEN – KUTOARJO – LEMPUYANGAN PP. 

KA ARGO BROMO ANGGREK, KA SEMBRANI, KA GUMARANG JAKARTA – SURABAYA (PS.TURI) PP.
KA FAJAR UTAMA, KA SENJA UTAMA PASARSENEN – SEMARANG TAWANG PP.

KA SERAYU JAKARTA – BANDUNG – KROYA PP.
KA FAJAR/SENJA UTAMA YOGYA, KA SENJA UTAMA SOLO PASAR SENEN – YOGYAKARTA – SOLO PP.

KA CIREBON EXPRESS, KA ARGO JATI JAKARTA – CIREBON PP.
KA SANCAKA YOGYAKARTA – SURABAYA(GUBENG) PP.

KA MERAK JAYA JAKARTA – MERAK PP.
KA RAJAWALI SEMARANGTAWANG – SURABAYA PASARTURI PP.

KA ARGO GEDE, KA PARAHYANGAN GAMBIR – BANDUNG PP.
KA LOGAWA PURWOKERTO – JEMBER PP.

KA PURWOJAYA PASARSENEN – CILACAP PP.
KA MUTIARA TIMUR SURABAYA – BANYUWANGI PP.

KA GAJAYANA JAKARTA – MALANG PP.
KA CANTIK EKSPRES SURABAYA – JEMBER PP.

KA ARGO MURIA, KA KAMANDANU GAMBIR – SEMARANGTAWANG PP.
KA SRI TANJUNG LEMPUYANGAN – BANYUWANGI PP.

KA ARGO LAWU, KA ARGO DWIPANGGA, KA TAKSAKA GAMBIR – YOGYAKARTA – SOLO PP.
KA TAWANG ALUN BANYUWANGI – MALANGPP.

KA BRANTAS TANAHABANG – KEDIRI PP.
KA SINDANG MARGA, KA BUSER KERTAPATI – LUBUKLINGGAU PP.

KA BENGAWAN, KA KUTOJAYA UTARA TANAHABANG – KUTOARJO – SOLO PP.
KA SRIWIJAYA, KA RAJABASA, KA FAJAR KERTAPATI – TANJUNGKARANG PP.

KA HARINA BANDUNG – SEMARANGTAWANG PP.
KA SRIBILAH RANTAUPRAPAT – MEDAN PP.

KA TURANGGA, KA ARGO WILIS, KA MUTIARA SELATAN, KA LODAYA BANDUNG – SOLO – SURABAYA PP.
KA DOLOK MARTIMBANG SIANTAR – MEDAN PP.

KA KAHURIPAN PADALARANG – KEDIRI PP.
KA LANCANG KUNING TANJUNGBALAI – MEDAN PP.

KA KUTOJAYA SELATAN, KA PASUNDAN KIARA CONDONG – KUTOARJO – SURABAYA(GUBENG) PP.

Kereta Wisata

Untuk menunjang kepariwisataan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan pelayanan carter kereta khusus wisata juga berbagai keperluan seperti : rapat, pesta pernikahan, ulang tahun, dsb di atas Kereta Api menuju berbagai kota tujuan.Saat ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan tiga kereta wisata, masing – masing diberi nama :– Nusantara
– Bali
– Toraja
Ketiga kereta wisata tersebut dapat dirangkaikan pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti : KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani.

Kereta Wisata Nusantara
Disebut kereta wisata Nusantara karena desain interior dan segala pernak – perniknya menggambarkan seni dan keindahan dari berbagai pelosok pulau nusantara, sehingga bila kita berada di dalam kereta ini dapat menikmati desain interior yang bernuansa nusantara.Kereta yang bernomor seri 67501 ini memiliki kapasitas tempat duduk ekslusif untuk 19 orang. Kamar tidur untuk 2 orang yang dilengkapi kaca rias, lampu tidur dan wastafel.Untuk melihat pemandangan luar arah belakang secara leluasa tersedia balkon VIP, sedangkan lobi tengah yang ditata mewah dilengkapi Audio, Video/TV monitor, pendingin ruangan (AC), kamar mandi (Toilet) juga tersedia di dalam kereta ini

Kereta Wisata Bali 
Kereta ini interiornya di desain dan dilengkapi dengan ukiran dan lukisan yang bernuansa Pulau Dewata Bali. Bagi para turis yang menggunakan kereta ini sudah mendapat gambaran baik seni, budaya maupun keindahan pulau Bali. Melalui lukisan dan ukuran yang ditata dengan rapih dan apik dalam kereta. Kereta wisata bali bernomor seri S.67801 memiliki 22 tempat duduk ekslusif dalam 2 ruangan, 16 tempat duduk terletak di Meeting Room dab 6 tempat duduk diruangan khusus (kabin). Fasilitas lainnya seperti Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video dan pendingin ruangan (AC) tersedia di dalam kereta ini.

Kereta Wisata Toraja
Kereta wisata Toraja yang bernomor seri S67802 ini memiliki kapasitas 22 tempat duduk ekslusif, 16 tempat duduk di Meeting Room dan 6 tempat duduk diruang khusus (kabin) serta dilengkapi Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video, pendingin ruangan (AC). Dinamakan Kereta Wisata Toraja karena desain interior serta ukiran dan lukisan di sekitar dinding kereta menggambarkan seni dan budaya daerah Toraja.
Lori Wisata AmbarawaSelain KA wisatanya, terdapat pula Lori Wisata yang juga ditarik oleh loko uap di Ambarawa. Lori wisata ini dijalankan reguler setiap hari dengan keberangkatan dari Museum Ambarawa pk. 08.00 wib. Dengan tarif yang murah meriah, naik Lori Wisata bisa menjadi alternatif untuk berwisata. Tarifnya hanya Rp. 25.000,-/orang, wisatawan sudah bisa naik Lori Wisata. Dengan lima lori yang dirangkai jadi satu, bisa mengangkut 20-30 orang.Lori Wisata yang digunakan, bermesin mobil Kijang tahun 1986, berbahan bakar premium dengan kecepatan maksimun 20-30 km/jam. Lori berwarna biru ini terdiri dari 5 kereta, dengan 4 tempat duduk di setiap kereta. Dari Stasiun/Museum Ambarawa menuju Stasiun Tuntang PP berjarak 6 Km, dapat ditempuh dengan lori sekitar 1 jam. Panorama sepanjang perjalanan tak akan membosankan, karena lori akan melintasi persawahan dan tepian Rawa Pening. Banyak objek menarik yang dapat dilihat di Rawa Pening, seperti nelayan yang sedang mencari ikan, atau rumah-rumah apung di atas rawa.

KA Wisata & Museum Ambarawa

KA wisata Ambarawa adalah KA lok uap bergerigi yang beroperasi di lintas Ambarawa-Bedono, sekitar 35 kilometer dari Kota Semarang Jawa Tengah. Karena struktur geografisnya berada di daerah pegunungan maka dia dikenal dengan sebutan Railway Mountain Tour. Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.

Selain lokomotifnya yang tua (Lok B2503), KA Ambarawa juga unik karena menggunakan kereta kayu CR 56-1 DAN CR 63-1. KA ini mampu mengangkut hingga 100 penumpang. Rata-rata Railway Mountain Tour ini disewa 16 hingga 17 kali dalam sebulan. Total dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk perjalanan pulang pergi Ambarawa-Bedono.

KA WISATA lok uap ini berjalan secara regular atau bisa disewa. Secara regular, KA biasanya beroperasi pada saat liburan panjang sekolah, lebaran, natal dan tahun baru. Dengan mengikuti perjalanan reguler ini, tarif yang dikenakan relatif lebih murah, yaitu hanya Rp 50 ribu per orang untuk perjalanan pergi dan pulang. Kalau tidak sabar menunggu perjalanan reguler, calon penumpang juga bisa menyewa secara khusus dengan tarif Rp. 3.250.000,- hingga Rp 5.250.000,-.

Untuk memesan KA Wisata ini, Bapak Eko Sri Mulyanto di nomor telepon 081325744659 atau Museum KA Ambarawa di nomor 0298591035 dan melalui email: rudi_museumKA@yahoo.com

Lori Wisata KaliragaLori Wisata Kaliraga (Kalibaru-Mrawan-Garahan,pp), inilah paket wisata yang ditawarkan PT.KAI (Persero) wilayah Daop 9 Jember. Dengan biaya sewa Rp. 500 ribu, lori ini bisa mengangkut 8 orang. Anda dapat menikmati tempat paling eksotik agrowisata perkebunan kopi, cokelat, hutan pinus dan panorama Gunung Gumitir. Cukup merogoh kocek sebesar Rp. 2.500,-,  Anda dapat menikmati kuliner nasi pecel pincuk Garahan sembari istirahat sejenak di Stasiun Garahan. Lori Wisata ini berangkat dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Mrawan dan berakhir di Stasiun Garahan, dan kembali lagi. Wisatawan dapat melihat langsung dan melintasi 2 terowongan kereta api yaitu Terowongan Garahan (113m) dan Terowongan Mrawan (690m).
KA Danau SingkarakPerjalanan tiga jam tak terasa melelahkan manakala melewati Danau Singkarak dari Padang Panjang menuju Sawahlunto. Danau di Sumatera Barat yang terkenal akan keindahannya. KA ini beroperasi secara reguler setiap hari Minggu, namun KA ini juga bisa dicarter sesuai keinginan. Setiap operasinya, KA ini terdiri dari 3 kereta ekonomi, 1 kereta makan dan pembangkit, serta 1 kereta eksekutif berjenis IW-2. Fasilitas kereta ini tidak jauh berbeda dengan kereta Nusantara yang ada di Jakarta.Beberapa fasilitas kereta ini diantaranya adalah minibar, pendingin ruangan (AC), kursi yang nyaman, dan toilet yang bersih. Total, 240 tempat duduk yang tersedia dalam 1 rangkaian KA Wisata Danau Singkarak ini. KA wisata ini berangkat dari Padangpanjang pukul 08.30 pagi, perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam untuk tujuan akhir Sawahlunto. Tarif perorangnya Rp 50 ribu pp. Jika tertarik, hubungi stasiun Padangpanjang di nomor 0752-82043 atau Stasiun Sawahlunto di nomor 0754-64023.

 

Paket Kereta Wisata

Bantu menyebar amalan :

By aga70

(LENGKAP-BAGUS) DOWNLOAD GRATIS MP3 ADZAN & TEKS LAFADZ ADZAN : Adzan Indonesia, Adzan Shubuh/Fajr, Adzan Anak-anak, Adzan Masjidil Haram Makkah, Adzan Masjid Nabawi Madinah, Adzan Mesir, Adzan Turki, Adzan Al-Aqsa, Adzan Palestina | “Software Adzan” untuk Komputer PC dan untuk Handphone (HP)

Pengertian Adzan

Azan (ejaan KBBI) atau adzan (Arab: أذان)  : Secara bahasa, adzan bermakna i’lam yaitu pengumuman, pemberitahuan atau pemakluman, sebagaimana disebutkan dalam Mukhtarush Shihhah (hal. 16), At-Ta’rifat oleh Al-Jurjani (hal. 23), dan selainnya. Allah Ta’ala berfirman:

”Dan inilah suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar…” (At-Taubah: 3)

Lantunan azan dari berbagai masjid dan berbagai negara memiliki keunikan dan kekhasan sendiri-sendiri. Perbedaan lantunan ini menjadi ragam kekayaan budaya Islam yang indah dan berwarna-warni. Lantunan azan dari berbagai tempat, seperti dari Makkah, Madinah, Masjid Al Aqsa, Mesir, dll dapat Anda download di link berikut ini:

Koleksi Mp3 Adzan

  •  Adzan Indonesia – Al-Ustadz Syuhada Abu Syakir Bandung (Merdu Banget)  – Free Download>>>

Adapun secara syariat, adzan adalah pemberitahuan datangnya waktu shalat dengan menyebutkan lafadz-lafadz yang khusus. (Fathul Bari 2/102, Al-Mughni Kitabush Shalah, bab Al-Adzan)

Abul Hasan Al-Mawardi Rahimahullah menerangkan, asal adzan ini adalah firman Allah Ta’ala:

”Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk mengerjakan shalat pada hari Jum’at maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah…” (Al-Jumu’ah: 9)

Dan firman-Nya:

“Dan apabila kalian menyeru mereka untuk mengerjakan shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan…” (Al-Maidah: 58) [Al-Hawil Kabir, 2/40] 

Lafadz Adzan (disertai Tulisan Bahasa Indonesia)

Al-Imam Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli Rahimahullah berkata: “Riwayat yang paling shahih (tentang lafadz-lafadz adzan yang dimimpikan oleh Abdullah bin Zaid Radhiyallaahu ‘anhu, pen.) adalah riwayat Muhammad bin Ishaq, yang mendengarkan dari Muhammad bin Ibrahim ibnul Harits At-Taimi, dari Muhammad bin Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi, yang mendengarkan dari ayahnya, Abdullah bin Zaid, karena Muhammad telah mendengarkan langsung dari bapaknya yakni Abdullah.”

Riwayat ini dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad t (3/43), Ashabus Sunan kecuali An-Nasa’i t, dan selainnya. At-Tirmidzi t menukilkan penshahihan Al-Imam Al-Bukhari t terhadap riwayat ini di dalam Al-Ilal. Dishahihkan pula oleh Ibnu Khuzaimah t, beliau menyatakan hadits ini shahih dan pasti dari sisi penukilan, para perawinya bukan orang-orang yang melakukan tadlis (penyebutan secara samar) dalam periwayatannya. (Ats-Tsamar, 1/115).

Lafadznya adalah sebagai berikut :

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar

(“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”)

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Asyhadu allaa ilaaha illallaah,Asyhadu allaa ilaaha illallaah

(Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.)

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah

(Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Hayya ‘alash sholaah,Hayya ‘alash sholaah

(Marilah mengerjakan shalat. Marilah mengerjakan shalat)

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Hayya ‘alal falaah, Hayya ‘alal falaah,

(Marilah (menuju) kepada kemenangan. Marilah (menuju) kepada kemenangan)

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laailaaha ilallaah

(Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.)


# Free Download Adzan (File Cadangan):

@ Adzan Masjid Nabawi mp3 – Free Download >>>  (1.2 MB)

@ Adzan Mesir mp3 – Free Download >>>  (728 KB)

@ Adzan Subuh mp3 – Free Download >>>  (278 KB)

@ Adzan Turki mp3 – Free Download >>>  (1.6 MB)

@ Adzan Al-Aqsha mp3 – Free Download >>>  (1.4 MB)

SOFTWARE ADZAN

Untuk download software adzan plus audio dan jadwal sholat dari http://www.islamicfinder.com, lengkap dengan pelbagai kota seluruh indonesia:

  1. Download from SERVER 2 : (www.direct-support.co.uk)
  2. Download from SERVER 3: (www.domainsgolive.com)
  3. Download from SERVER 4: (www.ubhosting.net)

download software adzan

Bonus>>Crying AlFatiha by Syaikh Suraim<<000pleurs.mp3 dijamin anda menangis jika faham makna alfatihah, the opening of the ummul kitab

Untuk Ponsel / HP / Mobile:

>>Klik Here<< Free Adzan Basic for Mobile

  1. Download from SERVER 1
  2. Download from SERVER 2

>>Klik Here<< Daftar Ponsel yang di dukung

—————————-

Pengumuman: Mohon laporkan via comments jika ada link yang rusak atau hacked..

Sumber :

http://www.islamcan.com/audio/adhan/index.shtml

http://www.ilmoe.com/896/adzan-mesir-mp3.html

http://www.pakdenono.com/mp3_adzan.htm

http://masbadar.web.id/download-adzan-audio-software-jadwal-sholat-dll-free-gratis/

By aga70